PAM Jaya memberikan kompensasi total Rp 555 juta kepada 44.872 pelanggan yang terdampak gangguan layanan air di 10 kelurahan wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Skema kompensasi diberikan sebagai respons atas penurunan kualitas layanan di sejumlah area.
Commercial & Marketing Vice President PAM Jaya, Irene Putri, menjelaskan kompensasi menyasar pelanggan rumah tangga kategori sangat sederhana (2A1) dan sederhana (2A2).
"Jadi PAM Jaya itu untuk kelompok rumah tangga itu ada kita bagi tuh jadi ada empat kelompok besar, yaitu rumah tangga sangat sederhana, kemudian sederhana, menengah, dan menengah ke atas. Kompensasi ini memang diberikan hanya kepada kelompok rumah tangga sangat sederhana ataupun sederhana," kata Irene di Jakarta, dikutip Sabtu (19/9/2026).
Besaran kompensasi ditetapkan 10 persen dari nilai tagihan, dengan minimum Rp 10.000 dan maksimum Rp 50.000. Pemberian dilakukan dalam bentuk potongan pada tagihan bulan berikutnya.
"Jadi kalau misalnya sekarang bulan September, berarti kompensasinya akan diberikan di tagihan di bulan Oktober," ucap dia.
Wilayah terdampak meliputi 10 kelurahan: Kapuk Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, dan Kamal.
Menurut Irene, gangguan layanan terjadi setelah PAM Jaya meminta penghentian operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang memiliki kapasitas produksi sekitar 310 liter per detik.
Advertisement
PAM Jaya: Kemarau Picu Intrusi Air Laut
Direktur Teknik PAM Jaya, Santika, menyebut musim kemarau menurunkan muka air Kali Angke yang menjadi sumber air baku IPA Hutan Kota. Kondisi tersebut memicu intrusi air laut ke sungai sehingga kualitas air baku terdampak.
"Kita dalam kurun waktu 1–2 minggu ke belakang itu saat naik itu sampai ada di angka 10.000 ppm. Sementara yang dipersyaratkan oleh Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 bahwa TDS di air bersih berkualitas air minum itu hanya 300," kata Santika.
Merespons kondisi itu, PAM Jaya meminta penghentian operasi IPA Hutan Kota dan melakukan rekayasa pengaliran air. Perusahaan memanfaatkan 21 sumber air yang tersedia untuk menyuplai kebutuhan pelanggan di Jakarta.
"Hal ini yang menyebabkan kami meminta untuk stop operasi di Hutan Kota, IPA Hutan Kota sebesar 310 lps. Tetapi PAM Jaya sudah concern terhadap hal tersebut sehingga kita melakukan rekayasa pengaliran air," jelas Santika.
Ia menambahkan, penyesuaian suplai membutuhkan waktu sebelum dampaknya dirasakan pelanggan karena air harus mengalir melalui jaringan perpipaan.
Selama masa penyesuaian, PAM Jaya menyiapkan 72 mobil tangki air secara gratis bagi pelanggan di wilayah terdampak. Layanan mobil tangki dapat diakses melalui nomor layanan pelanggan PAM Jaya di 1500223.