Selebgram Julia Prastini (JP) alias Jule ditangkap Polres Bandara Soekarno-Hatta terkait penggunaan vape mengandung etomidate. Kepada polisi, perempuan berusia 26 tahun itu mengaku menggunakan vape tersebut karena alasan pribadi, termasuk saat mengalami stres.
Kasatnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Tandayu mengatakan, Jule baru mengenal, memesan, dan menggunakan vape berisi etomidate sekitar dua hingga tiga pekan sebelum diamankan.
Dari pemeriksaan, Jule mengaku telah memesan empat cartridge berisi etomidate. Tiga cartridge disebut sudah digunakan, sementara satu lainnya masih berisi cairan.
Advertisement
Apa sebenarnya etomidate dan mengapa penggunaannya melalui vape berisiko?
Etomidate merupakan obat anestesi atau obat bius yang digunakan dalam dunia medis. Obat ini diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah, terutama untuk menginduksi anestesi sebelum operasi atau membantu proses sedasi.
Pakar farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zullies Ikawati menjelaskan, etomidate bekerja dengan menekan sistem saraf pusat sehingga pasien dapat tertidur dengan cepat.
"Fungsi utamanya membuat pasien tidur (anestesi) dengan cepat tanpa menurunkan tekanan darah terlalu banyak," kata Zullies.
Karakteristik tersebut membuat etomidate digunakan terutama dalam kondisi medis tertentu, termasuk pada pasien kritis yang mengalami kondisi kardiovaskular tidak stabil.
Advertisement
Bagaimana cara kerja etomidate?
Etomidate bekerja pada sistem saraf pusat dengan meningkatkan aktivitas GABA, yakni neurotransmiter yang berperan menghambat sinyal saraf di otak.
Efek tersebut dapat menyebabkan penurunan kesadaran dengan cepat. Karena merupakan obat keras, penggunaannya berada dalam pengawasan tenaga medis dan bukan untuk penggunaan bebas atau rekreasional.
"Etomidate bukan obat yang aman untuk penggunaan sembarangan, apalagi untuk rekreasi," ujar Zullies.
Advertisement
Apa bahayanya jika disalahgunakan?
Risiko etomidate tidak hanya berkaitan dengan efeknya terhadap kesadaran. Penggunaan yang tidak tepat juga dapat memengaruhi fungsi kelenjar adrenal.
Menurut Zullies, etomidate dapat menekan produksi hormon yang dibutuhkan tubuh untuk merespons kondisi stres. Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut dapat menyebabkan masalah serius pada fungsi adrenal.
Selain itu, penyalahgunaan etomidate dapat menimbulkan sejumlah efek, antara lain depresi pernapasan, yakni napas menjadi sangat lambat atau bahkan berhenti. Penurunan kesadaran berat hingga koma. Kejang, meski tidak selalu terjadi. Mual dan muntah.
Gangguan persepsi, termasuk halusinasi atau pengalaman disosiatif pada dosis tertentu. Ketergantungan psikologis, meski risikonya berbeda dengan sejumlah jenis zat lainnya.
Gangguan fungsi adrenal yang dalam kondisi berat dapat mengancam jiwa.
Advertisement
Mengapa vape etomidate berisiko?
Etomidate dirancang untuk penggunaan medis melalui pemberian intravena, bukan untuk dipanaskan dan dihirup melalui rokok elektrik.
Penggunaan melalui vape juga membuat dosis yang masuk ke tubuh sulit dikendalikan. Karena itu, seseorang tidak dapat menyamakan penggunaan vape etomidate dengan pemberian obat yang dilakukan secara terukur oleh tenaga medis.