BPBD Sulbar Siaga Penuh Pascabencana Longsor dan Banjir di Mamasa
BPBD Sulbar siaga penuh memantau kondisi pascabencana longsor dan banjir yang melanda Mamasa dan Polewali Mandar, menyusul intensitas hujan tinggi yang menyebabkan tanah labil dan merusak rumah warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan kesiapsiagaan tinggi. Mereka secara aktif memantau kondisi pascabencana longsor dan banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar. Kesiapsiagaan ini penting untuk memastikan respons cepat jika terjadi kejadian lebih lanjut.
Muhammad Yasir Fattah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar, menegaskan komitmen lembaganya. Ia menyatakan bahwa BPBD Sulbar tetap bersiaga 24 jam penuh dan siap turun ke lapangan. Kesiapan ini berlaku apabila terdapat permohonan bantuan dari pemerintah kabupaten atau penetapan status tanggap darurat.
Bencana banjir dan longsor di dua kabupaten Sulawesi Barat ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi. Curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan rentan. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana di wilayah tersebut.
Dampak Kerusakan Akibat Bencana di Mamasa
Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Mamasa, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Aralle mengakibatkan banjir dan longsor. Material longsor yang terbawa arus sungai yang deras masuk ke permukiman warga. Kejadian ini menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah rumah penduduk.
Akibat bencana tersebut, tercatat tiga unit rumah warga mengalami rusak berat. Selain itu, dua unit rumah lainnya mengalami rusak sedang, dan dua unit rumah mengalami rusak ringan. Total ada tujuh unit rumah yang terdampak langsung oleh bencana ini.
Sebanyak tujuh kepala keluarga atau 23 jiwa terdampak dalam kejadian di Aralle. Mereka memilih untuk mengungsi sementara ke rumah keluarga masing-masing. Pengungsian dilakukan sambil menunggu kondisi di lokasi bencana dinyatakan aman dan memungkinkan untuk kembali.
BPBD Kabupaten Mamasa telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanganan awal. Tim ini bertugas melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi bencana. Mereka bekerja sama dengan Tagana Kabupaten Mamasa untuk memastikan data yang akurat dan penanganan yang efektif.
Kewaspadaan dan Penanganan Bencana di Sulawesi Barat
Selain kejadian di Mamasa, laporan awal juga mencatat insiden tanah longsor di Dusun Katimbang, Desa Katimbang. Lokasi ini berada di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar. Longsor sepanjang kurang lebih 70 meter tersebut menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga.
Dari empat rumah yang terdampak di Polewali Mandar, dua rumah dilaporkan mengalami rusak ringan. Sementara itu, dua rumah lainnya mengalami kerusakan parah. BPBD masih terus berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan yang diperlukan.
Muhammad Yasir Fattah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi alasan utama imbauan ini. Peningkatan kewaspadaan diharapkan dapat mengurangi risiko dampak bencana.
Untuk kejadian di Aralle, Mamasa, laporan resmi sudah diterima dan bantuan telah bergerak ke lokasi. BPBD Sulbar juga telah menurunkan dua orang tim asesmen untuk evaluasi lebih lanjut. Sementara itu, kejadian lain masih dalam tahap asesmen dan belum dapat dirilis secara resmi.
Sumber: AntaraNews