BPBD Samarinda Tangani Dua Rumah Terdampak Longsor di Bumi Prestasi Kencana Pasca Hujan Deras

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda bergerak cepat menangani dua rumah warga yang terdampak longsor di Perumahan Bumi Prestasi Kencana, Samarinda Seberang. Pergerakan tanah dipicu hujan deras dan kondisi tanah jenuh air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Samarinda Tangani Dua Rumah Terdampak Longsor di Bumi Prestasi Kencana Pasca Hujan Deras
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda bergerak cepat menangani dua rumah warga yang terdampak longsor di Perumahan Bumi Prestasi Kencana, Samarinda Seberang. Pergerakan tanah dipicu hujan deras dan kondisi tanah jenuh air. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah melakukan penanganan terhadap dua unit rumah warga yang terdampak tanah longsor. Insiden ini terjadi di Perumahan Bumi Prestasi Kencana, Kecamatan Samarinda Seberang, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (6/2) malam. Tim BPBD segera melakukan mitigasi dan identifikasi di lokasi kejadian untuk menilai kondisi kerusakan dan potensi risiko lanjutan.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama lurah serta aparat setempat untuk memastikan kondisi bangunan yang terdampak. Hasil identifikasi menunjukkan dua bangunan mengalami dampak langsung, sementara dua bangunan lainnya berisiko terkena longsor susulan. Pergerakan tanah ini menjadi perhatian serius mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan bagi warga sekitar.

Sebagai respons cepat, satu keluarga yang terdiri dari dua kepala keluarga penghuni rumah terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Langkah ini diambil untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat potensi longsor susulan. Lokasi kejadian berada di Jalan Atlit PON Blok A2 Nomor 6, RT 36, Kelurahan Harapan Baru, yang kini dalam pengawasan ketat petugas.

Pergerakan tanah yang menyebabkan longsor Samarinda ini dilaporkan terjadi pada Jumat (6/2) malam, mencapai puncaknya sekitar pukul 21.30 WITA, setelah daerah tersebut diguyur hujan lebat. Retakan tanah mulai terlihat sejak pukul 21.00 WITA dan terus memburuk hingga merusak bagian bangunan rumah warga. Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama analis bencana BPBD Samarinda menduga kuat pergerakan tanah dipicu oleh kondisi tanah yang jenuh air.

Kondisi tanah yang jenuh air akibat seringnya hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama pemicu longsor. Selain itu, petugas juga menemukan adanya kemungkinan urukan di bagian bawah jalan yang tidak diturap dengan kuat. Posisi urukan yang berada tepat di sisi jurang memperparah kondisi, menyebabkan tanah tertarik dan memicu longsor.

Dampak langsung dari insiden longsor ini adalah kerusakan pada dua unit rumah warga. Selain itu, dua bangunan lain di sekitarnya juga berada dalam kondisi berisiko tinggi untuk terdampak longsor susulan. Evakuasi satu keluarga yang terdiri dari dua kepala keluarga menjadi prioritas utama untuk menjamin keselamatan mereka dari bahaya yang mengancam.

Sebagai langkah penanganan sementara terhadap longsor Samarinda ini, petugas BPBD telah melakukan penutupan area rekahan tanah menggunakan terpal. Penutupan ini bertujuan untuk mencegah air hujan masuk ke dalam pori-pori tanah, yang dapat memperparah kondisi longsor. Upaya ini merupakan tindakan darurat untuk meminimalisir risiko lebih lanjut sembari menunggu penanganan permanen.

Suwarso menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sedang dilakukan untuk penanganan infrastruktur lebih lanjut, terutama menyangkut status fasilitas umum di perumahan tersebut. Jika area perumahan sudah secara resmi diserahkan pengembang kepada pemerintah kota, BPBD akan mengeluarkan rekomendasi teknis kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

Rekomendasi teknis kepada Dinas PUPR Samarinda ini bertujuan agar fungsi jalan dapat dinormalkan kembali. Penanganan jangka panjang akan meliputi penguatan struktur tanah dan pembangunan turap yang lebih representatif. Hal ini penting untuk mencegah kejadian longsor serupa tidak terulang di masa mendatang, serta memastikan keamanan dan kenyamanan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi