BPBD Sulbar Pastikan Wilayahnya Aman dari Dampak Langsung Siklon Tropis Grant

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa wilayah Sulawesi Barat tidak terdampak langsung oleh Siklon Tropis Grant, namun masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Sulbar Pastikan Wilayahnya Aman dari Dampak Langsung Siklon Tropis Grant
BPBD Sulawesi Barat memastikan wilayahnya tidak terdampak langsung Siklon Tropis Grant, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan menghadapi potensi cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Mamuju – Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Yasir Fattah, memastikan bahwa wilayah Sulbar tidak akan terdampak langsung oleh fenomena Siklon Tropis Grant. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat sekaligus menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin timbul. Pengumuman ini berdasarkan pembaruan informasi terkini dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta.

Informasi terbaru dari BMKG yang diterima Pusdalops BPBD Sulbar pada Kamis (25/12), pukul 07.00 WIB, menjadi dasar penegasan tersebut. Meskipun demikian, Yasir Fattah menekankan bahwa kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh jajaran BPBD di wilayah tersebut. Pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca dan menyebarluaskan informasi resmi kepada masyarakat.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan di Sulbar, sesuai dengan arahan Gubernur Sulbar. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi dampak tidak langsung dari siklon tropis, seperti peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi. Siklon tropis dikenal membawa dampak merusak yang signifikan, termasuk banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur.

Siklon Tropis Grant merupakan perkembangan dari bibit siklon 93S yang mulai tumbuh sejak 11 Desember 2025 di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur. Sistem ini mencapai intensitas siklon tropis pada 24 Desember 2025, pukul 19.00 WIB. Saat ini, Siklon Tropis Grant terpantau berada di Samudra Hindia Barat daya Bengkulu.

Kecepatan angin maksimum siklon ini mencapai 40 knot atau sekitar 75 kilometer per jam, dengan tekanan minimum 995 hPa. Analisis dari TCWC BMKG memprediksi bahwa kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Grant akan meningkat secara perlahan dalam 24 jam ke depan, berpotensi mencapai kategori 2.

Selain Siklon Tropis Grant, TCWC BMKG juga melaporkan terbentuknya bibit siklon tropis 96S pada 24 Desember 2025, pukul 18.00 UTC atau 01.00 WIB. Bibit siklon ini berlokasi di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam) dan tekanan minimum 1008 hPa.

Meskipun demikian, bibit siklon tropis 96S diprediksi memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 jam ke depan. BMKG terus memantau pergerakan dan potensi intensifikasi dari kedua sistem cuaca ini untuk memberikan informasi terkini kepada publik.

Muhammad Yasir Fattah menegaskan bahwa meskipun Pulau Sulawesi, termasuk wilayah Sulbar, berada di luar jalur langsung dan relatif aman dari dampak siklon tropis, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. "Walaupun Sulbar tidak terdampak langsung oleh Siklon Tropis Grant maupun bibit siklon 96S, kami tetap menginstruksikan seluruh jajaran BPBD untuk siaga dan terus memantau perkembangan cuaca," ujarnya.

Pusdalops BPBD Sulbar akan secara berkelanjutan melakukan pemantauan dan menyebarluaskan informasi resmi dari BMKG kepada masyarakat serta pemangku kepentingan terkait. Hal ini bertujuan untuk mendukung langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di seluruh wilayah Sulbar.

"Hal ini sesuai arahan Gubernur Sulbar agar kesiapsiagaan tetap dijaga dalam menghadapi potensi dampak tidak langsung seperti peningkatan curah hujan, angin kencang dan gelombang tinggi," tambah Yasir Fattah. Siklon tropis dapat menyebabkan kerusakan parah seperti angin kencang, hujan sangat lebat, dan gelombang laut sangat tinggi, yang berujung pada banjir, tanah longsor, dan mengancam keselamatan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi