Pemkab Agam Kebut Pembersihan Longsor Jalan Lubuk Basung-Bukittinggi Jelang Idul Fitri 1447 H
Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat pembersihan material tanah longsor di jalan provinsi Lubuk Basung-Bukittinggi untuk kelancaran arus mudik menjelang Idul Fitri 1447 H, memastikan akses vital kembali normal.
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah gencar mempercepat pembersihan material tanah longsor. Upaya ini dilakukan di jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dengan Bukittinggi.
Langkah sigap ini bertujuan untuk memastikan kelancaran akses transportasi menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Material longsor yang menumpuk dibersihkan agar jalan dapat kembali berfungsi optimal.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan bahwa pembersihan difokuskan pada titik-titik krusial. Hal ini penting demi kenyamanan dan keamanan pengendara yang akan melintasi jalur vital tersebut.
Akses Vital Lubuk Basung-Bukittinggi Terdampak Bencana
Tumpukan material longsor yang dibersihkan berasal dari beberapa lokasi strategis. Area tersebut meliputi Panta-Ngarai Kota Bukittinggi dan Sungai Landia-Bukittinggi.
Bupati Benni Warlis menegaskan kedua jalur ini merupakan akses alternatif yang sangat vital. Jalan tersebut menghubungkan Lubuk Basung menuju Bukittinggi dan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat.
Bencana tanah longsor sebelumnya telah menyebabkan beberapa titik jalan tertimbun material. Bahkan, sebagian badan jalan juga mengalami terban, mengganggu mobilitas warga.
Kondisi ini memerlukan penanganan cepat mengingat tingginya volume kendaraan saat musim mudik Lebaran. Pemkab Agam berupaya keras mengembalikan fungsi jalan secepatnya.
Upaya Pembersihan dan Perbaikan Infrastruktur Jalan
Saat ini, proses pembersihan material tanah longsor telah dilaksanakan secara intensif. Alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan.
Setelah material dibersihkan, fokus selanjutnya adalah pelebaran badan jalan di lokasi yang terban. Perbaikan drainase juga menjadi prioritas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Bupati Benni Warlis optimis akses menuju daerah itu dapat kembali normal sebelum Idul Fitri. Ini akan memastikan pengendara dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Peninjauan lokasi jalan provinsi ini telah dilakukan oleh Bupati Benni Warlis pada Rabu (25/2) sebelumnya. Tujuannya adalah memastikan ruas jalan bisa digunakan masyarakat secara bertahap.
Rencana Rehabilitasi Jangka Panjang dan Anggaran Besar
Seluruh kebutuhan untuk perbaikan jalan telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P). Hal ini menjamin rehabilitasi berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk R3P diperkirakan mencapai Rp3,53 triliun. Pelaksanaannya direncanakan secara bertahap selama tiga tahun anggaran, yaitu 2026-2028.
Anggaran besar ini menunjukkan komitmen Pemkab Agam dalam memulihkan infrastruktur pasca bencana. Tujuannya agar masyarakat dapat beraktivitas normal kembali.
Langkah strategis ini mencerminkan visi jangka panjang pemerintah daerah. Ini untuk membangun kembali dan memperkuat ketahanan infrastruktur jalan di Agam.
Sumber: AntaraNews