Agam Terima Rp30 Miliar dari Kemendikdasmen untuk Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana
Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menerima bantuan signifikan sebesar Rp30 miliar dari pemerintah pusat untuk Revitalisasi Sekolah Agam yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, memastikan pendidikan tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperoleh bantuan revitalisasi untuk 37 sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026. Bantuan ini merupakan langkah konkret pemerintah pusat dalam upaya pemulihan infrastruktur pendidikan pasca-bencana di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri, mengungkapkan bahwa total dana yang dialokasikan untuk Revitalisasi Sekolah Agam ini mencapai sekitar Rp30 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki 37 dari 67 sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Saat ini, proses rehabilitasi telah dimulai untuk sebagian besar sekolah penerima bantuan, menunjukkan komitmen cepat dalam memulihkan fasilitas pendidikan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar bagi ribuan siswa di Agam yang terdampak.
Detail Alokasi dan Jenis Sekolah Terdampak Revitalisasi
Dari total 67 sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana, sebanyak 37 unit telah dipastikan menerima bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen. Sekolah-sekolah ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Secara rinci, bantuan Revitalisasi Sekolah Agam ini dialokasikan untuk 15 unit TK atau PAUD dari 26 unit yang rusak, serta 16 unit Sekolah Dasar (SD) dari 31 unit yang mengalami kerusakan. Selain itu, enam unit SMP dari total sembilan unit yang terdampak juga masuk dalam daftar penerima bantuan ini, tersebar di berbagai lokasi di Agam.
Tahap awal implementasi bantuan telah menunjukkan kemajuan, di mana 31 sekolah telah menerima dana dan memulai proses rehabilitasi. Sementara itu, enam sekolah lainnya masih dalam tahap proses administrasi dan diharapkan dapat segera memulai pengerjaan dalam waktu dekat.
Andri menjelaskan bahwa pengerjaan revitalisasi di sekolah-sekolah yang sudah menerima bantuan telah berjalan sekitar satu bulan dengan bobot pekerjaan mencapai 15 persen. Setiap proyek rehabilitasi memiliki target pengerjaan selama enam bulan kalender, memastikan penyelesaian yang tepat waktu.
Variasi Dana dan Mekanisme Pelaksanaan Revitalisasi Sekolah Agam
Besaran dana yang diterima oleh setiap sekolah untuk Revitalisasi Sekolah Agam bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Agam pada akhir November 2025. Penyesuaian ini memastikan alokasi dana yang efektif dan sesuai kebutuhan.
Untuk tingkat SD, bantuan yang diterima berkisar antara Rp400 juta sampai Rp1 miliar, tergantung skala kerusakan yang ada. Sementara itu, beberapa SMP menerima alokasi dana yang lebih besar, bahkan mencapai Rp2 miliar per unit, seperti yang diterima oleh SMPN 1 Tanjung Raya dan SMPN 2 Tanjung Raya.
Mekanisme pengerjaan rehabilitasi atau perbaikan sekolah dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), sebuah badan yang dibentuk dari unsur masyarakat setempat. Dana revitalisasi ditransfer langsung oleh Kemendikdasmen ke rekening P2SP setelah penandatanganan perjanjian kerja sama.
Andri menambahkan bahwa proses pengerjaan rehabilitasi tidak dilakukan serentak di semua sekolah. Pekerjaan dimulai segera setelah perjanjian kerja sama ditandatangani dan dana ditransfer, memungkinkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pelaksanaan proyek Revitalisasi Sekolah Agam.
Upaya Tambahan dan Harapan Pemkab Agam
Selain bantuan dari Kemendikdasmen, Pemerintah Kabupaten Agam juga tidak tinggal diam dalam upaya Revitalisasi Sekolah Agam. Pemkab Agam mengalokasikan dana transfer ke daerah pada tahun 2026 untuk merehabilitasi sembilan unit sekolah yang terdampak bencana.
Saat ini, Pemkab Agam juga sedang mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat untuk 21 unit sekolah lainnya yang belum tercover. Usulan ini mencakup sembilan unit TK atau PAUD dan 12 unit SD, menunjukkan upaya komprehensif untuk memastikan semua sekolah terdampak mendapatkan perhatian.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri, menyatakan harapannya agar seluruh sekolah yang terdampak bencana dapat segera diperbaiki sepenuhnya. Percepatan Revitalisasi Sekolah Agam ini sangat penting untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar dan pemulihan pasca-bencana di Agam.
Sumber: AntaraNews