Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayahnya. Sebanyak 1.800 pelajar yang menjadi korban bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 kini menerima bantuan paket seragam sekolah. Inisiatif ini bertujuan untuk memulihkan semangat belajar mereka di tengah kondisi pascabencana.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal pada Minggu, 4 Januari 2026. Penyerahan simbolis ini berlangsung di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang merupakan salah satu wilayah terdampak parah. Acara ini juga dihadiri oleh unsur pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, menegaskan dukungan lintas sektor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, menjelaskan bahwa bantuan ini mencakup pelajar dari berbagai jenjang. Mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, hingga SMK, semuanya menjadi prioritas penerima bantuan ini. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan meskipun berada dalam situasi sulit pascabencana.
Advertisement
Advertisement
Bantuan paket seragam sekolah ini merupakan upaya konkret Pemerintah Kabupaten Agam untuk meringankan beban keluarga korban bencana hidrometeorologi. Total 1.800 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan akan merasakan manfaat dari program ini. Penyerahan simbolis 97 paket pakaian sekolah lengkap kepada SDN 05 Kayu Pasak menjadi penanda dimulainya distribusi bantuan secara menyeluruh.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal berharap bantuan ini dapat memulihkan semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana, terutama saat memasuki semester baru. “Dengan disalurkannya bantuan ini, semoga anak-anak kita kembali bersemangat untuk sekolah memasuki semester baru pascabencana,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah daerah pada aspek psikologis dan motivasi belajar siswa.
Komitmen Pemkab Agam tidak hanya terbatas pada bantuan seragam, tetapi juga pada pemulihan kondisi pendidikan secara umum. Mereka bertekad agar seluruh anak didik di Kabupaten Agam tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang dan percaya diri. Ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun kembali kehidupan masyarakat setelah bencana.
Advertisement
Advertisement
Muhammad Iqbal menegaskan bahwa bantuan paket sekolah ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SDN 05 Kayu Pasak, tetapi juga seluruh anak didik terdampak bencana di Kabupaten Agam. “Ini sudah menjadi komitmen kita, bagaimana anak didik yang terdampak bencana sebulan lalu diberikan bantuan, supaya mereka tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang dan percaya diri,” katanya. Hal ini menunjukkan cakupan bantuan yang luas dan merata.
Wakil Bupati Agam juga menyatakan keprihatinannya melihat kondisi anak-anak yang akan kembali masuk sekolah pasca-libur semester. Terlebih lagi, beberapa sekolah masih mengalami kerusakan atau bahkan masih ditempati oleh pengungsi. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran proses belajar mengajar.
Meskipun demikian, Pemkab Agam berupaya keras untuk mencari solusi terbaik. Mereka berkomitmen untuk membangun hunian sementara bagi para pengungsi secepatnya. Tujuannya adalah agar sekolah-sekolah dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali.
Advertisement
Advertisement
Terkait proses belajar mengajar di tengah kondisi pascabencana, Pemerintah Kabupaten Agam telah mengambil sejumlah kebijakan adaptif. Salah satunya adalah menggabungkan sementara kegiatan belajar siswa dari sekolah yang rusak ke sekolah lain yang masih layak. Kebijakan ini memastikan bahwa tidak ada jeda dalam pendidikan anak-anak.
Selain penggabungan sekolah, Pemkab Agam juga mempertimbangkan pembangunan sekolah darurat di beberapa lokasi. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara untuk menampung siswa yang sekolahnya mengalami kerusakan parah. Tujuannya adalah untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif secepat mungkin.
Muhammad Iqbal menekankan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. “Dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan pendidikan. Mereka adalah harapan orang tua dan bangsa ini di masa mendatang,” katanya. Pernyataan ini menjadi landasan filosofis di balik semua upaya yang dilakukan Pemkab Agam dalam menghadapi dampak bencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews