Pemprov Lampung Genjot Penanganan Longsor Simpang Umbar-Putih Doh, Target Selesai Sebulan
Pemerintah Provinsi Lampung kebut penanganan darurat empat titik longsor di Ruas Simpang Umbar-Putih Doh. Akses vital ini ditargetkan pulih dalam sebulan untuk menjaga konektivitas wilayah.
Pemerintah Provinsi Lampung tengah gencar melakukan penanganan darurat pada empat titik longsor di Ruas Jalan Simpang Umbar-Putih Doh, Kabupaten Tanggamus. Langkah cepat ini diambil guna memulihkan akses vital yang terdampak bencana alam pada awal Februari 2026 lalu. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan prioritas pemulihan akses demi keselamatan dan mobilitas warga.
Bencana longsor tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan struktur tanah di tepi jurang menjadi tidak stabil. Ruas jalan ini memiliki peran krusial sebagai penyangga ekonomi dan pariwisata masyarakat setempat. Jalur ini menghubungkan banyak warga dengan destinasi wisata populer seperti Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu.
Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), Pemprov Lampung menargetkan penyelesaian lima trap yang belum rampung dalam waktu satu bulan ke depan. Dari rencana pengerjaan total 10 trap, lima di antaranya telah berhasil diselesaikan. Normalisasi jalan diharapkan segera memulihkan aktivitas warga dan wisatawan.
Prioritas Pemulihan Akses Vital
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan bahwa perbaikan ruas jalan Simpang Umbar-Putih Doh merupakan prioritas utama. Urgensi ini mengingat pentingnya jalur tersebut bagi mobilitas wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus. Pemerintah Provinsi Lampung ingin memastikan pemulihan akses berjalan optimal sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung ekonomi, tetapi juga gerbang menuju destinasi pariwisata unggulan. Banyak masyarakat mengandalkan ruas jalan ini untuk mencapai Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu. Oleh karena itu, konektivitas antar wilayah harus tetap terjaga demi keberlangsungan aktivitas warga.
Meskipun ruas jalan Simpang Umbar-Putih Doh baru saja selesai direkonstruksi pada September 2025, faktor alam menuntut adanya penanganan darurat tambahan. Penanganan ini krusial untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dari potensi longsor susulan. Upaya cepat ini diharapkan mampu menjaga keamanan bagi warga dan wisatawan.
Teknik Penanganan Longsor yang Diterapkan
Secara teknis, penanganan longsor difokuskan pada STA/kilometer 20 dengan menerapkan metode drainase lereng dan penguatan struktur. Langkah-langkah ini dirancang untuk mengatasi ketidakstabilan tanah akibat curah hujan tinggi. Pemasangan buis beton menjadi salah satu solusi utama dalam upaya ini.
Buis beton berfungsi sebagai saluran drainase lereng yang efektif mengurangi tekanan air tanah. Pengurangan tekanan air sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut. Selain itu, pembangunan struktur penahan juga dilakukan secara paralel.
Struktur penahan ini bertujuan untuk memperkuat lereng dan menjaga kestabilan konstruksi jalan. Dengan demikian, risiko longsor susulan dapat diminimalisir secara signifikan. Pemprov Lampung berkomitmen untuk memastikan penanganan ini dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews