Dua Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Material Longsor Rinjani Lombok Timur
Jalur wisata Pusuk Sembalun di bawah kaki Gunung Rinjani Lombok Timur tertutup material longsor. Dua alat berat dan tim gabungan dikerahkan untuk mempercepat pembersihan dan memulihkan akses jalan.
Dua unit alat berat dan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan material tanah longsor yang menutupi jalan wisata Pusuk Sembalun. Lokasi longsor berada di bawah kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa ini terjadi pada Minggu siang, mengganggu akses vital di kawasan tersebut.
Pembersihan material longsor melibatkan berbagai pihak, termasuk petugas dari BPBD NTB, BPBD Kabupaten Lombok Timur, dan Balai Jalan Nasional (BJN). Selain itu, personel TNI/Polri, petugas kecamatan, aparat desa, serta masyarakat setempat turut berpartisipasi aktif dalam upaya pemulihan jalur ini.
Koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak awal kejadian untuk memastikan pembukaan akses jalan dapat segera dipulihkan. Upaya cepat ini bertujuan untuk mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas pariwisata di sekitar Gunung Rinjani.
Penanganan Cepat dan Koordinasi Lintas Sektor
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, memastikan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan efektif sejak longsor terjadi. Pengerahan dua alat berat dan mobil pemadam kebakaran menjadi bagian dari respons cepat tim gabungan. Mereka bekerja tanpa henti untuk menyingkirkan timbunan tanah yang menutup jalan.
Tim gabungan, yang terdiri dari unsur BPBD, BJN, TNI/Polri, hingga masyarakat, masih terus bekerja keras di lokasi kejadian. Pembersihan material longsoran ditargetkan dapat selesai hingga malam hari ini. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari semua pihak terkait untuk memulihkan kondisi secepatnya.
Pembersihan jalur Pusuk Sembalun juga mendapat perhatian langsung dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Beliau turun langsung ke lokasi untuk memantau dan memberikan arahan kepada petugas lapangan. Kehadiran Gubernur diharapkan dapat memotivasi serta mempercepat proses penanganan longsor Rinjani Lombok Timur.
Arahan Gubernur dan Mitigasi Jangka Menengah
Gubernur Iqbal menginstruksikan BPBD NTB bersama Balai Jalan Nasional untuk menyusun rencana jangka menengah. Rencana ini bertujuan mengurangi risiko longsor berulang di masa mendatang, khususnya melalui penguatan tebing. Beberapa titik rawan di jalur Pusuk-Sembalun akan menjadi prioritas utama dalam program mitigasi ini.
Penguatan tebing dapat dilakukan dengan berbagai konstruksi, seperti bronjong atau tembok penahan. Metode yang dipilih akan disesuaikan dengan struktur tanah setempat agar lebih efektif. Langkah proaktif ini sangat penting mengingat kondisi geografis wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologis.
Inisiatif ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kelancaran akses jalan. Mitigasi bencana menjadi fokus utama untuk melindungi warga dan infrastruktur dari potensi ancaman longsor di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen bagi jalur vital ini.
Dampak Longsor dan Imbauan Kewaspadaan Musim Hujan
Tanah longsor yang terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 Wita menyebabkan arus lalu lintas terputus. Material longsor dengan ketebalan sekitar 0,5 hingga 1,5 meter menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter. Kondisi ini membuat kendaraan tidak dapat melintasi jalur dari dan menuju kawasan tersebut.
BPBD NTB telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat wilayah NTB saat ini memasuki musim hujan. Bahkan, sebagian daerah berada pada periode puncak musim hujan. Potensi hujan berintensitas tinggi dapat memicu bencana hidrometeorologis, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Melalui sinergi cepat antara BJN, BPBD, Damkar, serta TNI-Polri, pemerintah daerah menargetkan akses Pusuk-Sembalun segera kembali normal malam ini. Pemulihan ini penting demi kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata. Kewaspadaan kolektif dan respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bencana alam.
Sumber: AntaraNews