BPBD Malang Tangani Longsor Bromo, Jalur Wisata Terganggu dan Dialihkan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bergerak cepat tangani longsor Bromo di jalur Gubugklakah, mengganggu akses wisata namun tanpa korban jiwa. Insiden ini terjadi setelah hujan deras dan kini dalam penanganan intensif.
Tanah longsor melanda Jalan Raya Gubugklakah, Kabupaten Malang, yang merupakan jalur vital menuju kawasan wisata Gunung Bromo, pada Kamis (8/1) malam. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, memicu runtuhnya material tebing.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang segera merespons kejadian ini, mengerahkan personel bersama tim terkait dan warga untuk membersihkan material longsoran. Akses menuju Bromo via Malang sempat tertutup total, namun kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan bahwa penanganan lanjutan masih menunggu kedatangan alat berat. Material longsoran yang menimbun jalan mencapai panjang 10 meter dengan ketebalan antara 1 meter hingga 1,5 meter.
Upaya Penanganan dan Kondisi Akses Jalur Bromo
Sadono Irawan menjelaskan, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sedang dalam perjalanan menuju lokasi longsor, dikawal oleh BPBD. Kehadiran alat berat ini sangat krusial untuk membersihkan timbunan material secara efektif dan membuka kembali akses jalan sepenuhnya bagi semua jenis kendaraan.
Tim gabungan di lapangan terus berupaya membersihkan sisa-sisa longsoran secara manual, meskipun prosesnya membutuhkan waktu cukup panjang mengingat volume material. Fokus utama saat ini juga meliputi pengamanan area kejadian untuk mengantisipasi potensi longsor susulan yang bisa membahayakan pengguna jalan dan tim penanganan.
Material longsoran berasal dari tebing setinggi sekitar 35 meter dan lebar 8 meter yang terkikis intensitas air hujan selama berjam-jam. Kondisi ini menunjukkan kerentanan area tersebut terhadap cuaca ekstrem, sehingga langkah mitigasi jangka panjang perlu dipertimbangkan oleh pihak berwenang.
Dampak Longsor dan Pengalihan Arus Wisatawan
BPBD Kabupaten Malang memastikan bahwa insiden tanah longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa, sebuah kabar baik di tengah upaya penanganan darurat. Prioritas utama adalah keselamatan warga dan wisatawan yang melintas di jalur tersebut.
Untuk sementara, arus kendaraan wisata yang hendak kembali dari Bromo menuju Malang dialihkan melalui wilayah Kabupaten Pasuruan. Rute alternatif ini menembus Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, memastikan mobilitas wisatawan tetap terjaga.
Pengalihan rute ini menjadi solusi sementara guna menghindari kemacetan dan memastikan keamanan perjalanan. Wisatawan diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan serta mencari informasi terbaru mengenai kondisi jalur yang terdampak.
Sumber: AntaraNews