BPBD Asesmen Dampak Banjir Pakis Kabupaten Malang, 10 KK Terdampak
BPBD Kabupaten Malang melakukan asesmen dampak banjir di Pakis Kabupaten Malang yang melanda Desa Saptorenggo dan Mangliawan, menyebabkan 10 KK terdampak setelah hujan deras.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang segera melakukan asesmen komprehensif. Ini dilakukan menyusul dampak genangan air yang melanda Desa Saptorenggo dan Mangliawan. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Pakis pada Sabtu malam, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat.
Peristiwa tersebut diakibatkan oleh intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Pakis secara terus-menerus. Hujan berlangsung signifikan sejak pukul 17.30 hingga 20.00 WIB. Akibatnya, debit air sungai di perbatasan Desa Saptorenggo dan Mangliawan meluap drastis.
Luapan air ini menyebabkan genangan masuk ke area permukiman warga dengan cepat. Data sementara BPBD mencatat setidaknya 10 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana ini. Tujuh KK berada di Desa Saptorenggo dan tiga KK lainnya di Desa Mangliawan, keduanya di Kecamatan Pakis.
Dampak dan Penanganan Awal
BPBD Kabupaten Malang terus melakukan pendataan secara menyeluruh. Mereka mengidentifikasi kerusakan infrastruktur dan kerugian material akibat genangan air. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Sadono Irawan, menyampaikan informasi terkini ini kepada publik.
Total 10 KK terdampak di Kecamatan Pakis, dengan rincian tujuh KK di Desa Saptorenggo dan tiga KK di Desa Mangliawan. Laporan awal memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan oleh peristiwa ini. Ini menjadi kabar baik di tengah musibah yang terjadi.
Tim BPBD memastikan keamanan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Mereka terus memantau situasi di lokasi kejadian secara intensif. Perkembangan informasi dan upaya penanganan akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat luas.
Penyebab dan Wilayah Rawan
Genangan di Pakis dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam tanpa henti. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan luapan air sungai secara signifikan. Luapan ini terjadi khususnya di area perbatasan Desa Saptorenggo dan Mangliawan, yang kemudian menggenangi permukiman.
Kecamatan Pakis memang termasuk dalam kategori daerah rawan bencana serupa. Hal ini telah tercatat berdasarkan peta kerawanan bencana yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Malang. Wilayah ini sering kali dilanda genangan air saat memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi.
Selain kecamatan ini, BPBD juga telah menetapkan total 16 kecamatan lain sebagai daerah rawan yang perlu diwaspadai. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, dan Lawang. Daftar ini juga mencakup Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjingwetan, Gedangan, Kalipare, dan Wagir, menunjukkan cakupan risiko yang luas.
Kondisi Terkini dan Imbauan
Intensitas hujan di wilayah terdampak kini sudah mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Sadono Irawan menjelaskan bahwa saat ini intensitasnya berada pada kategori ringan sampai sedang. Kondisi ini diharapkan dapat membantu proses surutnya genangan air secara bertahap.
BPBD Kabupaten Malang mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana atau di sekitar aliran sungai. Kesiapsiagaan sangat penting untuk menghadapi potensi genangan susulan yang mungkin terjadi.
Lembaga terkait akan terus berkoordinasi erat dengan berbagai pihak. Ini untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal dan responsif. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi serta arahan dari BPBD setempat demi keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews