Banjir Grobogan Meluas: Ribuan Keluarga Terdampak dan Sejumlah Tanggul Jebol
Banjir Grobogan melanda 42 desa di 10 kecamatan, mengakibatkan sekitar 9.000 keluarga terdampak dan beberapa tanggul jebol akibat curah hujan tinggi serta luapan sungai.
Banjir meluas di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah berdampak signifikan terhadap ribuan keluarga. Sekitar 9.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 42 desa dalam 10 kecamatan dilaporkan terdampak bencana ini. Data tersebut dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan pada Senin malam.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (15/2) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2) pukul 05.00 WIB. Kondisi ini diperparah dengan limpasan air dari sejumlah sungai utama.
Debit air meningkat drastis akibat kiriman dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, Sungai Lusi, dan Sungai Serang. Akibatnya, sungai-sungai tersebut tidak mampu menampung aliran air dan meluap ke permukiman warga. Banjir Grobogan ini menyebabkan genangan di rumah serta lahan pertanian.
Dampak Luas dan Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir Grobogan
Banjir Grobogan kali ini menyebabkan dampak yang meluas di berbagai wilayah. Tercatat 9.000 keluarga di 42 desa di 10 kecamatan mengalami kerugian akibat genangan air. Beberapa kecamatan yang terdampak parah meliputi Purwodadi, Kedungjati, dan Tegowanu.
Di Kecamatan Purwodadi, Kelurahan Kalongan menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, di mana 1.180 keluarga terdampak dan ketinggian air mencapai sekitar satu meter di Perumahan Permata Hijau. Selain itu, 584 keluarga di Kelurahan Purwodadi dan 387 keluarga di Kelurahan Kuripan juga terdampak.
Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan, termasuk satu rumah yang mengalami rusak berat. Sebuah rumah di Dusun Sasak, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, bahkan dilaporkan hampir roboh akibat terjangan banjir. Kondisi ini menunjukkan tingkat keparahan bencana yang terjadi.
Tidak hanya itu, banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul jebol di beberapa lokasi. Tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, merupakan salah satu yang jebol. Tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Klampisan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, juga mengalami kerusakan.
Selain itu, tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, turut jebol. Kerusakan tanggul ini memperparah luapan air ke area permukiman dan lahan pertanian.
Evakuasi dan Penyaluran Bantuan di Lokasi Banjir
Menyikapi meluasnya Banjir Grobogan, tim gabungan segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi warga. Proses evakuasi dilakukan di beberapa titik krusial yang terdampak parah. Area-area tersebut antara lain Tambirejo (Toroh), Kalongan dan Purwodadi, serta Tinanding (Godong).
Selain evakuasi, penyaluran bantuan logistik juga menjadi prioritas utama. Bantuan ini didistribusikan ke sejumlah kecamatan yang terdampak banjir. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban yang terpaksa mengungsi atau terisolasi.
Pemantauan kondisi sungai terus dilakukan secara intensif oleh pihak berwenang. Elevasi air di Bendung Klambu pada pukul 19.00 WIB tercatat 16,33 mdpl dengan debit 766,628 meter kubik per detik. Sementara itu, Pos Menduran menunjukkan tren kenaikan debit air mencapai 557,740 meter kubik per detik.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan Banjir Grobogan
Hingga Senin malam, genangan air akibat Banjir Grobogan masih terlihat di beberapa wilayah. Kecamatan Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Penawangan, Godong, dan sebagian Gubug masih terendam. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 centimeter di sebagian besar area tersebut.
Meskipun demikian, terdapat kabar baik dari beberapa kecamatan lainnya. Wahyu Tri Darmawanto menyatakan bahwa air di beberapa wilayah telah berangsur surut. Hal ini memberikan harapan bagi warga untuk dapat segera kembali ke rumah masing-masing dan memulai pemulihan.
Upaya penanganan terus dikoordinasikan oleh BPBD Kabupaten Grobogan bersama instansi terkait. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak lanjutan dari bencana banjir ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Sumber: AntaraNews