Kudus Perkuat Posisi Destinasi Sport Tourism Melalui Women's Soccer Trilogy

Kudus menjadi tuan rumah "Women's Soccer Trilogy", event sepak bola wanita nasional/internasional. Diharapkan memperkuat posisi kota sebagai destinasi sport tourism dan mendongkrak ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kudus Perkuat Posisi Destinasi Sport Tourism Melalui Women's Soccer Trilogy
Kudus menjadi tuan rumah "Women's Soccer Trilogy", event sepak bola wanita nasional/internasional. Diharapkan memperkuat posisi kota sebagai destinasi sport tourism dan mendongkrak ekonomi lokal. (AntaraNews)

Kudus, Jawa Tengah, bersiap menjadi pusat perhatian dengan digelarnya rangkaian kegiatan sepak bola wanita bertajuk "Women's Soccer Trilogy" dari Juni hingga Agustus 2026. Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menaruh harapan besar pada event ini untuk memperkuat posisi Kudus sebagai destinasi sport tourism atau wisata olahraga. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengembangan atlet, tetapi juga berpotensi besar meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Tiga event besar berskala nasional dan internasional akan diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, sebagai bagian dari trilogi ini. Penyelenggaraan kompetisi sepak bola wanita ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembinaan atlet dan pengembangan olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Kehadiran peserta, ofisial, serta pendukung dari berbagai daerah dan negara diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Kudus, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Pemerintah daerah Kudus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Women’s Soccer Trilogy 2026, mengingat Kudus memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai untuk menjadi tuan rumah event berskala besar. Melalui rangkaian event ini, Pemkab Kudus berharap semakin banyak kegiatan olahraga tingkat nasional maupun internasional yang dapat digelar di daerah tersebut. Hal ini akan memberikan multiplier effect bagi sektor perhotelan, kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perekonomian masyarakat secara umum.

Women's Soccer Trilogy: Pembinaan dan Dampak Ekonomi Lokal

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi sepak bola wanita ini memiliki dua tujuan utama yang saling mendukung. Selain sebagai ajang pembinaan atlet yang berkelanjutan, event ini juga diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kudus. Sektor pariwisata dan perekonomian daerah menjadi fokus utama yang ingin didongkrak melalui kegiatan ini.

Kehadiran ribuan peserta, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah serta negara diproyeksikan akan meningkatkan kunjungan ke Kudus secara drastis. Peningkatan kunjungan ini secara langsung akan memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bellinda menambahkan bahwa Kudus telah siap dengan fasilitas dan prasarana olahraga yang mumpuni untuk menyambut event berskala besar ini.

Melalui rangkaian Women's Soccer Trilogy, Pemkab Kudus berharap dapat menarik lebih banyak kegiatan olahraga nasional dan internasional untuk digelar di daerahnya. Ini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang positif bagi berbagai sektor. Sektor perhotelan, kuliner, serta UMKM lokal akan merasakan dampak ekonomi yang signifikan, sehingga perekonomian masyarakat secara umum akan ikut terangkat.

Dari MilkLife Soccer Challenge Hingga Srikandi Merdeka Cup

Program Director MilkLife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menjelaskan latar belakang panjang di balik penyelenggaraan "Women's Soccer Trilogy". Rangkaian event ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah dimulai sejak tiga tahun lalu, diawali dengan "Milklife Soccer Challenge" (MLSC) yang fokus pada pembinaan kelompok usia muda.

Setelah MLSC, program pembinaan dilanjutkan dengan "Hydroplus Soccer League" (HPSL) yang mengakomodasi kelompok umur berikutnya. Seiring dengan bertambahnya usia dan perkembangan kemampuan para atlet, kebutuhan akan wadah kompetisi yang lebih tinggi dan menantang semakin mendesak. Oleh karena itu, dibentuklah turnamen internasional "Srikandi Merdeka Cup" sebagai puncak dari trilogi ini, menyediakan platform yang lebih kompetitif.

Melalui ajang "Srikandi Merdeka Cup", pemain sepak bola wanita yang mengawali karir mereka dari MLSC dan HPSL akan mendapatkan kesempatan berharga. Mereka akan mewakili tim nasional Indonesia U-16 untuk bertanding melawan enam negara lain, yaitu Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania. Ini menunjukkan jenjang pembinaan yang terstruktur dan memberikan jalur jelas bagi para atlet muda.

Teddy menambahkan bahwa proses pembinaan yang berkesinambungan ini memiliki benang merah yang sangat kuat untuk semua kelompok umur, mulai dari usia 8 hingga 18 tahun. Ekosistem yang dibangun oleh Djarum Foundation selama tiga tahun terakhir telah berhasil menyediakan wadah lengkap untuk berlatih, bermain, dan berkompetisi. Tujuan utamanya adalah memperkuat tim nasional, salah satunya dengan membentuk skuad U-16 yang akan bermain di kualifikasi AFC Cup pada 5 Oktober 2026.

Prospek Cerah Timnas Putri dan Sport Tourism Kudus

Prospek Timnas Putri Indonesia dinilai cukup menggembirakan dan menjanjikan berkat adanya "Women's Soccer Trilogy" dan ekosistem pembinaan yang kuat. Teddy Tjahjono mengungkapkan bahwa atlet-atlet terbaik dari MLSC All Star akan dipilih untuk mewakili Indonesia. Mereka akan diikutkan dalam turnamen 'SingaCup' di Singapura yang dijadwalkan pada bulan November 2026, memberikan pengalaman internasional yang berharga.

Peluncuran ikon "Srikandi Merdeka Cup" di Alun-alun Kudus juga dimeriahkan dengan acara dribbling bola yang melibatkan ratusan pesepak bola wanita. Mereka melintasi Alun-alun Kudus bersama Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, jajaran pejabat, dan petinggi Djarum Foundation. Momen ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya turnamen, tetapi juga perayaan semangat olahraga wanita di Kudus.

Antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah diharapkan dapat terus memotivasi pengembangan sepak bola putri di Indonesia. Kudus semakin menegaskan komitmennya sebagai pusat sport tourism yang mampu menyelenggarakan event olahraga berskala besar. Hal ini sejalan dengan upaya daerah untuk terus berinovasi dalam menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi