Pemkab Agam Usulkan Perbaikan Jalan Agam Rusak Akibat Bencana ke Pusat
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengusulkan perbaikan menyeluruh untuk seluruh ruas **jalan Agam** yang rusak parah akibat bencana alam kepada pemerintah pusat, demi kelancaran akses transportasi dan kenyamanan pengendara.
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, baru-baru ini mengusulkan perbaikan seluruh ruas jalan yang rusak akibat bencana alam kepada pemerintah pusat. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan akses transportasi dan memastikan kenyamanan pengendara di wilayah tersebut. Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan pentingnya inisiatif ini demi kelancaran mobilitas warga.
Usulan tersebut mencakup berbagai jenis jalan, mulai dari jalan kabupaten hingga jalan provinsi dan nasional, yang tersebar di beberapa kecamatan. Kerusakan jalan di Agam sebagian besar dipicu oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan terban. Kondisi ini membuat perbaikan menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah.
Pengusulan ini secara spesifik ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar dapat segera ditindaklanjuti. Pemkab Agam berharap agar perbaikan dapat direalisasikan pada tahun ini, mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten dan provinsi.
Prioritas Perbaikan Ruas Jalan Terdampak Bencana
Bupati Agam, Benni Warlis, menjelaskan bahwa ruas jalan yang diusulkan untuk **perbaikan jalan Agam** meliputi beberapa titik strategis. Salah satunya adalah jalan provinsi yang menghubungkan Panta Kecamatan Matur menuju Sianok Kota Bukittinggi. Ruas ini vital untuk konektivitas antar wilayah.
Selain itu, terdapat juga ruas jalan provinsi di Kecamatan Palembayan menuju Kecamatan Matur, serta ruas jalan provinsi Simpang Gudang Kecamatan Lubuk Basung menuju Padang Lua Kecamatan Banuhampu. Kerusakan di ruas-ruas ini sangat mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Ruas jalan provinsi di Kecamatan Palupuh ke Kecamatan Palembayan dan jalan Lambeh menuju Tulang Gajah Kecamatan Palembayan juga masuk dalam daftar prioritas. Kerusakan parah di lokasi-lokasi ini disebabkan oleh dampak bencana banjir bandang, tanah longsor, dan terban yang sering melanda Agam.
Prioritas perbaikan ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk mengembalikan fungsi jalan secara menyeluruh. Pemkab Agam tidak hanya fokus pada titik kerusakan spesifik, melainkan pada pemulihan seluruh ruas jalan yang terdampak.
Harapan Realisasi Anggaran Pusat untuk Infrastruktur Agam
Bupati Benni Warlis menegaskan bahwa pengusulan **perbaikan jalan Agam** tidak hanya melihat lokasi kerusakan akibat bencana hidrometeorologi, melainkan seluruh ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Strategi ini diambil agar akses transportasi dapat kembali normal sepenuhnya dan pengendara merasa nyaman.
Jika hanya mengusulkan titik kerusakan, perbaikan mungkin hanya mencakup sekitar satu kilometer, padahal kebutuhan jauh lebih besar. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten maupun provinsi menjadi alasan utama pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.
Perbaikan infrastruktur jalan yang masif membutuhkan dana yang cukup besar, melebihi kemampuan finansial daerah. Oleh karena itu, dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sangat diharapkan.
Perbaikan jalan ini telah masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), sebuah kerangka kerja yang diharapkan dapat memastikan seluruh jalan kembali berfungsi dengan baik. Pemkab Agam berupaya semaksimal mungkin agar usulan ini dapat direalisasikan pada tahun ini.
Sumber: AntaraNews