33 Jamaah Haji Sumbar Terdampak Bencana Terima Bantuan Haji Sumbar Rp20 Juta dari Uni Emirat Arab

Sebanyak 33 jamaah haji asal Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi menerima bantuan uang tunai Rp20 juta per orang dari Uni Emirat Arab, menegaskan solidaritas lintas negara dalam program Bantuan Haji Sumbar ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
33 Jamaah Haji Sumbar Terdampak Bencana Terima Bantuan Haji Sumbar Rp20 Juta dari Uni Emirat Arab
Sebanyak 33 jamaah haji asal Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi menerima bantuan uang tunai Rp20 juta per orang dari Uni Emirat Arab, menegaskan solidaritas lintas negara dalam program Bantuan Haji Sumbar ini. (AntaraNews)

Sebanyak 33 jamaah haji asal Sumatera Barat (Sumbar) yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi, kini mendapatkan dukungan signifikan. Mereka menerima bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta per orang dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui Zayed Foundation. Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas keteguhan para jamaah dalam menunaikan ibadah haji.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, menjelaskan bahwa santunan ini diberikan kepada jamaah yang berasal dari Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Proses penyaluran bantuan ini merupakan hasil koordinasi erat antara pihak UEA dengan Kanwil Kemenhaj Sumbar.

Pemberian bantuan ini dilatarbelakangi oleh semangat dan kegigihan jamaah haji Indonesia, khususnya dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka tetap bertekad menunaikan Rukun Islam kelima meskipun baru saja menghadapi dampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Zayed Foundation, sebagai perwakilan dari Uni Emirat Arab, menyalurkan bantuan kepada total 162 jamaah haji dari tiga provinsi yang terdampak bencana di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 33 penerima berasal dari Sumatera Barat, mencakup wilayah Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta per orang ini diharapkan dapat meringankan beban para jamaah.

Sebelum penyaluran, pihak Uni Emirat Arab secara proaktif meminta Kanwil Kemenhaj untuk melakukan pendataan calon penerima bantuan. Dari sejumlah usulan yang diajukan oleh Kanwil Kemenhaj Sumbar, 33 di antaranya dinyatakan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan proses seleksi yang cermat dan terarah dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

M. Rifki menekankan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar dukungan materi, melainkan juga simbol kuat dari solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah lintas negara. Kepedulian Uni Emirat Arab terhadap jamaah haji yang terdampak bencana di Indonesia menjadi bukti nyata hubungan baik antarnegara.

Bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah di Indonesia pada akhir November 2025, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi ujian berat bagi masyarakat. Namun, para jamaah haji dari daerah tersebut menunjukkan keteguhan luar biasa dengan tetap mempertahankan niat suci mereka untuk beribadah. Semangat pantang menyerah inilah yang menarik perhatian Pemerintah Uni Emirat Arab.

Kegigihan para jamaah dalam menghadapi cobaan dan tetap berjuang menunaikan ibadah haji menjadi inspirasi. Kondisi pasca-bencana tentu membawa tantangan tersendiri, namun hal tersebut tidak menyurutkan tekad mereka. Ini mencerminkan kekuatan iman dan komitmen yang mendalam terhadap Rukun Islam kelima.

M. Rifki mengungkapkan bahwa di balik setiap musibah, selalu ada hikmah dan kebaikan yang diberikan Allah. Kepedulian dari Uni Emirat Arab ini menjadi salah satu bentuk hikmah tersebut, di mana kesulitan yang dialami jamaah justru membuka pintu bantuan dan dukungan dari pihak lain.

Penyaluran bantuan ini tidak terlepas dari peran aktif Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, khususnya melalui Kantor Wilayah di Sumatera Barat. Kemenhaj bertindak sebagai jembatan antara Zayed Foundation dan para jamaah yang berhak menerima. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara teliti untuk memastikan akurasi penerima bantuan.

Program bantuan ini juga sejalan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji. Kemenhaj terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memastikan kelancaran ibadah haji bagi seluruh jamaah Indonesia, termasuk mereka yang menghadapi tantangan khusus.

Dukungan dari negara sahabat seperti Uni Emirat Arab melalui inisiatif ini memperkuat upaya Kemenhaj dalam memberikan pelayanan terbaik. Solidaritas internasional semacam ini menjadi elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh umat Muslim Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi