Kanwil Kemenag: Tujuh Jemaah Haji Sumbar Masih Dirawat di Arab Saudi, 10 Wafat
Tujuh jemaah haji Sumbar dari Debarkasi Padang masih menjalani perawatan intensif di Arab Saudi, sementara 10 jemaah haji lainnya telah wafat di Tanah Suci hingga 20 Juni 2026.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan bahwa tujuh jemaah haji asal Debarkasi Padang masih menjalani perawatan intensif di Arab Saudi. Situasi ini menjadi perhatian utama menjelang berakhirnya operasional haji tahun 1447 Hijriah. Pihak Kemenag terus memantau kondisi para jemaah yang sakit agar segera pulih.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, M. Rifki, menyampaikan harapannya agar seluruh jemaah yang dirawat segera diberikan kesembuhan. Beliau berharap mereka dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air setelah dinyatakan sehat. Pemantauan ketat dilakukan untuk memastikan penanganan medis yang optimal bagi jemaah.
Data terbaru hingga Minggu, 21 Juni 2026, menunjukkan bahwa proses pemulangan jemaah yang sakit akan dilakukan setelah kondisi mereka stabil dan memenuhi syarat penerbangan. Selain itu, Kanwil Kemenag Sumbar juga mencatat adanya jemaah yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Kondisi Terkini Jemaah Haji Sumbar yang Dirawat
Tujuh jemaah haji asal Debarkasi Padang saat ini masih berada di fasilitas kesehatan di Arab Saudi untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang dan sekitarnya. Kondisi kesehatan para jemaah terus dipantau secara berkala oleh petugas.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jemaah yang dirawat meliputi Busnar Jamaran, Syafei Nawaar, dan Usdarti Abu Nawas dari Kota Padang. Selain itu, Emma Yuliati dan Stafruddin Sutan Badarun berasal dari Kota Padang Panjang.
Dua jemaah lainnya adalah Syaifuddin Wirdas Tompek dari Kabupaten Pasaman Barat dan Jasri Abu Nawas dari Kabupaten Limapuluh Kota. Kanwil Kemenag Sumbar memastikan bahwa mereka akan dipulangkan ke Tanah Air setelah dinyatakan sehat dan layak untuk melakukan perjalanan udara. Proses kepulangan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Data Jemaah Haji Wafat Asal Debarkasi Padang
Hingga 20 Juni 2026, Kanwil Kemenag Sumbar mencatat bahwa sebanyak 10 jemaah haji asal Debarkasi Padang telah wafat di Tanah Suci. Angka ini merupakan bagian dari total jemaah yang diberangkatkan dari embarkasi tersebut pada musim haji 1447 Hijriah. Kehilangan ini menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat.
Dari total 10 jemaah yang wafat, tujuh di antaranya berasal dari Provinsi Sumatera Barat, sementara tiga jemaah lainnya berasal dari Provinsi Bengkulu. Jemaah yang wafat dari Bengkulu adalah Tukiman Sandy Kromo Karso (54), Mustina Abdul Basir (66), dan Umi Kasnini Rasyid (61).
Jemaah dari Sumbar yang wafat meliputi Yunilis Muin (74), Sofian Arbi (41), Imam Kanapi Qodir (81), Syamsu Kari Sudin (59), Mainusni Marukun (75), Nurjasmi Tamar Hamzah (70), dan Hizbullah Sulan Sulan (78). Seluruh jemaah yang wafat telah dimakamkan di Baqi, Sharaya, dan Dahban sesuai dengan syariat Islam.
Apresiasi Penyelenggaraan Haji dan Statistik Debarkasi Padang
Operasional haji 1447 Hijriah Debarkasi Padang secara umum telah berjalan lancar, memberangkatkan total 5.374 orang peserta haji. Jumlah ini mencakup jemaah dari Sumatera Barat dan Bengkulu, serta para petugas kloter. Kelancaran ini tidak lepas dari kerja keras berbagai pihak.
Rinciannya, 3.989 jemaah berasal dari Sumatera Barat, dan 1.331 jemaah dari Bengkulu. Selain itu, terdapat 41 petugas kloter dari Sumbar dan 13 petugas kloter dari Bengkulu yang turut mendampingi jemaah. Mereka semua berperan penting dalam kelancaran ibadah haji.
M. Rifki menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas dan unsur terkait yang telah menyukseskan penyelenggaraan operasional haji tahun ini. Beliau menekankan bahwa kelancaran proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi yang solid dari berbagai pihak yang terlibat.
Sumber: AntaraNews