BPBD Catat 37 Titik Banjir Bandarlampung Akibat Hujan Deras dan Cuaca Ekstrem
Hujan deras dan cuaca ekstrem melanda Kota Bandarlampung, menyebabkan 37 titik banjir Bandarlampung. BPBD Lampung sigap melakukan penanganan dan mengimbau warga tetap waspada.
Kota Bandarlampung dilanda bencana banjir di puluhan titik setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat setidaknya 37 lokasi terdampak banjir dan cuaca ekstrem.
Banjir ini tersebar di berbagai kecamatan, menunjukkan cakupan dampak yang luas di ibu kota Provinsi Lampung. Petugas BPBD segera bergerak cepat untuk memantau dan menangani kondisi di lapangan demi keselamatan warga.
Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengonfirmasi data sementara ini pada Sabtu, seraya menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait.
Sebaran Titik Banjir di Bandarlampung
Dampak hujan deras yang disertai cuaca ekstrem menyebabkan genangan air meluas di Kota Bandarlampung. Titik-titik banjir teridentifikasi di beberapa kecamatan padat penduduk.
Beberapa wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Sukarame, Rajabasa, Way Halim, Sukabumi, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Enggal, hingga Kedamaian. Kondisi ini menunjukkan kerentanan kota terhadap curah hujan tinggi.
Wahyu Hidayat menjelaskan, lokasi spesifik yang terendam antara lain Jalan Pulau Singkep RT 10 Lingkungan II Kampung Karang Sari, Kelurahan Sukarame Baru. Selain itu, Jalan Pangeran Senopati di Kelurahan Korpri Jaya dan Jalan Taurus di Kelurahan Rajabasa Nunyai juga terdampak.
Genangan air juga dilaporkan terjadi di Perumahan Rupi RT 11 Lingkungan II Kelurahan Sukabumi, serta kawasan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Wilayah Tanjungkarang Pusat juga tidak luput dari genangan air yang cukup tinggi.
Di Kecamatan Way Halim, beberapa titik banjir tercatat di Jalan Pulau Morotai Kelurahan Jagabaya III, Jalan Panorama Jagabaya III, serta beberapa lokasi di Jalan Kimaja dan Jalan Pulau Buru. Banjir juga melanda Gang Famili Kecamatan Labuhan Ratu, Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Sawah Lama Kecamatan Tanjungkarang Timur, serta Jalan Ratu Dibalau di Kecamatan Tanjung Senang.
Penanganan dan Antisipasi BPBD
Menanggapi situasi ini, BPBD Provinsi Lampung telah mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat dan infrastruktur.
Menurut Wahyu, sebagian besar genangan air di sejumlah titik telah surut, namun petugas BPBD masih terus bersiaga. Mereka melakukan pemantauan intensif serta penanganan di beberapa titik yang masih terdampak.
Selain penanganan banjir, BPBD juga menangani insiden lain seperti pohon tumbang di Jalan Wahidin, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Kejadian ini disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang.
Sebagai bentuk bantuan kemanusiaan, BPBD juga melakukan distribusi air bersih kepada warga di Perumahan Griya Elok, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Kewaspadaan Terhadap Potensi Banjir Susulan
Meskipun sebagian lokasi banjir telah surut, BPBD mengimbau masyarakat Bandarlampung untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan di wilayah tersebut masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan ini penting mengingat potensi banjir susulan yang dapat terjadi kapan saja. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
Kesiapsiagaan dini dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan risiko dan dampak yang lebih besar. Koordinasi dengan pihak berwenang juga menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam.
Sumber: AntaraNews