Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyiagakan sejumlah personel di Kecamatan Pamarican. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bencana banjir susulan, mengingat wilayah tersebut masih dalam musim penghujan. Kesiapsiagaan ini menjadi prioritas utama setelah banjir kedua kalinya melanda area tersebut dalam sepekan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menegaskan bahwa timnya berada dalam kondisi siap siaga untuk penanganan banjir di Pamarican. Hujan deras menjadi pemicu utama meluapnya aliran Sungai Citalahab, yang kemudian menggenangi pemukiman penduduk dan lahan pertanian. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak terkait.
Banjir yang terjadi merupakan kali kedua dalam waktu singkat, disebabkan oleh tanggul yang jebol. Saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy sedang melakukan perbaikan intensif di lokasi kejadian. Pemantauan terus dilakukan oleh jajaran BPBD Ciamis sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko dampak banjir yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
BPBD Ciamis terus menyiagakan personelnya di Kecamatan Pamarican sebagai respons terhadap ancaman banjir susulan. Ani Supiani, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, menyatakan bahwa timnya siap siaga penuh untuk penanganan bencana di wilayah tersebut. Musim penghujan yang masih berlangsung menjadi faktor krusial yang meningkatkan kewaspadaan.
Penyebab utama banjir di Pamarican adalah hujan deras yang mengakibatkan luapan Sungai Citalahab. Luapan air sungai ini dengan cepat merendam area pemukiman warga dan lahan pertanian di sekitarnya. Kejadian ini menunjukkan kerentanan wilayah terhadap curah hujan tinggi.
Selain luapan sungai, jebolnya tanggul menjadi penyebab signifikan banjir kedua yang melanda Pamarican. Tanggul yang rusak memperparah kondisi genangan air di permukiman. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan darurat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Advertisement
Advertisement
Banjir di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, telah menyebabkan dampak yang luas terhadap masyarakat dan sektor pertanian. Ratusan rumah warga terendam, memaksa sebagian penduduk untuk mengungsi. Selain itu, area persawahan yang menjadi mata pencarian utama sebagian warga juga mengalami kerusakan parah.
Secara spesifik, di Dusun Kubangsari, Desa Bangunsari, tercatat 260 rumah terendam banjir, memengaruhi 282 Kepala Keluarga atau total 831 jiwa. Lahan persawahan seluas sekitar 200 hektare dengan usia tanam padi 80 hari juga ikut terendam, menimbulkan kerugian signifikan bagi petani.
Dampak serupa juga terjadi di Desa Sukahurip, di mana 34 rumah di Dusun Sambungjaya dan 35 rumah di Dusun Kertajaya tergenang air. Di desa ini, tanggul sungai jebol dengan lebar sekitar 18 meter dan tinggi 6 meter, memperparah kondisi banjir.
Advertisement
Advertisement
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy telah mengerahkan timnya ke lokasi kejadian di Pamarican untuk menangani tanggul yang jebol. Perbaikan tanggul ini menjadi prioritas utama untuk mengendalikan luapan air sungai dan mencegah banjir susulan. Koordinasi antara BPBD Ciamis dan BBWS Citanduy sangat penting dalam upaya penanggulangan ini.
Selama puncak banjir, sebanyak 164 jiwa sempat dievakuasi ke tempat-tempat aman. Mereka ditampung di Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif yang berada di Kecamatan Pamarican. Evakuasi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak langsung oleh genangan air.
Saat ini, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi genangan air mulai surut. Meskipun demikian, BPBD Ciamis tetap melanjutkan pemantauan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir kembali dan memastikan kesiapan respons jika diperlukan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews