Wali Kota Cimahi Tegaskan Pentingnya Integritas ASN Cimahi Pasca-Dugaan Korupsi Disnaker
Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjaga Integritas ASN Cimahi dan bekerja sesuai aturan menyusul penyidikan dugaan korupsi di Dinas Tenaga Kerja, agar kasus serupa tidak terulang.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara tegas meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Cimahi untuk senantiasa menjaga integritas. Permintaan ini menyusul adanya penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri Cimahi di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat. Kasus ini menjadi sorotan utama dalam upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Cimahi.
Ngatiyana, dalam pernyataannya di Cimahi pada Minggu, 26 April 2026, menekankan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar kasus serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Pentingnya kepercayaan publik terhadap birokrasi menjadi alasan utama penekanan ini. Penekanan pada Integritas ASN Cimahi menjadi kunci untuk mencegah praktik korupsi.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Pihak Pemkot menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan mendukung upaya penyidikan yang sedang berlangsung. Transparansi dalam setiap tahapan penyidikan diharapkan dapat memberikan keadilan dan kejelasan bagi masyarakat luas.
Penegasan Wali Kota Cimahi Terkait Integritas ASN
Wali Kota Ngatiyana secara lugas menyatakan bahwa era praktik korupsi sudah tidak relevan lagi di pemerintahan modern. "Jangan sampai ada lagi, jangan sampai terulang lagi di kemudian hari. Sudah enggak zaman lagi begitu-begituan," tegasnya, mengingatkan pentingnya Integritas ASN Cimahi. Ia meminta setiap ASN untuk fokus pada tugas pokoknya dan melayani masyarakat Cimahi dengan sebaik-baiknya.
Penegasan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai respons terhadap kasus yang mencuat di Disnaker. Ngatiyana menekankan bahwa Integritas ASN Cimahi adalah fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Setiap individu ASN diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme.
Lebih lanjut, Ngatiyana juga menyoroti pentingnya evaluasi internal di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap program dan anggaran digunakan secara efektif dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat.
Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Disnaker Cimahi
Kasus dugaan korupsi ini mulai terkuak setelah tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Cimahi melakukan penggeledahan. Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi menjadi lokasi penggeledahan, di mana penyidik berhasil mengamankan dua koper berisi dokumen penting sebagai barang bukti. Dokumen-dokumen tersebut kini menjadi barang bukti utama dalam proses penyidikan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi, Fajrian Yustiardi, mengungkapkan bahwa dugaan korupsi yang diselidiki berkaitan dengan gratifikasi dalam program pelatihan tenaga kerja. Fokus penyidikan adalah program pelatihan dan produktivitas tenaga kerja yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2022 hingga 2024. Ini menunjukkan adanya potensi penyimpangan dana publik dalam kurun waktu tersebut.
Hingga saat ini, penyidik masih dalam tahap menelaah seluruh dokumen yang disita dari hasil penggeledahan sebelum menentukan pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum. Proses ini krusial untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan menentukan pertanggungjawaban hukum. Wali Kota Ngatiyana sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja aparatur sipil negara yang menjadi target penyidikan dalam perkara ini.
Komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam Penegakan Hukum
Pemerintah Kota Cimahi secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri Cimahi. "Kami mendukung apa yang sedang dilaksanakan kejaksaan, kami mendukung atas penegakan yang sedang dilaksanakan," ujar Ngatiyana. Ia menambahkan, "Silakan dilakukan prosesnya, kami harapkan transparan tentunya."
Sikap ini menunjukkan komitmen Pemkot Cimahi untuk tidak melindungi oknum yang terlibat dalam praktik korupsi. Ngatiyana mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum dan menunggu hasil penyidikan. "Kita ikuti saja prosesnya, siapa-siapanya jujur sampai saat ini kami belum tahu," katanya, menandakan bahwa informasi mengenai tersangka masih dalam proses.
Kasus ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh jajaran Pemkot Cimahi untuk melakukan introspeksi dan perbaikan. Penguatan Integritas ASN Cimahi dan sistem anti-korupsi menjadi prioritas. Tujuannya adalah membangun pemerintahan yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel demi pelayanan publik yang optimal.
Sumber: AntaraNews