Janji Kapolri Depan Prabowo di HUT ke-79 Bhayangkara
Polri merayakan HUT ke-79 Bhayangkara di Monas, hari ini, Selasa (1/6).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen penuh Polri untuk mendukung dan mengawal visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita, delapan misi besar pembangunan nasional.
Dalam peringatan HUT ke-79 Bhayangkara di Monas, Selasa (1/6), Listyo menyatakan Polri siap mengerahkan seluruh kekuatan untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan lancar di lapangan.
"Dengan dilandasi semangat pengabdian yang tidak pernah padam, Polri siap mengerahkan segala sumber daya untuk menyukseskan seluruh program dan kebijakan pemerintah," tutur Listyo di hadapan Prabowo.
Salah satu program yang tengah digencarkan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Polri telah mendirikan 139 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, melampaui target awal 100 SPPG. Sebanyak 18 unit sudah aktif, 24 dalam tahap verifikasi, dan 97 masih proses pembangunan, dengan target menjangkau 430.000 penerima manfaat.
Tak hanya itu, Polri juga mengoptimalkan Pusdiklat dan SPN sebagai pusat pelatihan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Di sektor pangan, Listyo menjalankan program Pekarangan Pangan Bergizi dan pemanfaatan lahan-lahan kosong agar lebih produktif.
Polri juga mengawal distribusi bansos dan hasil pertanian agar tepat sasaran. Bahkan, 593 Bintara Kompetensi Khusus telah direkrut dan dikerahkan bersama Bhabinkamtibmas untuk menjadi motor penggerak ketahanan pangan di akar rumput.
"Pengawasan distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen agar tepat sasaran, rekrutmen 593 personel Bintara Kompetensi Khusus, serta optimalisasi peranBhabinkamtibmas dan Bintara Penggerak Ketahanan Pangan sebagai ujung tombak pelaksana di lapangan," jelas dia.
Kolaborasi dengan Kementan
Menurut Listyo, bersama Kementerian Pertanian dan 136.563 kelompok tani, Polri telah menginisiasi penanaman jagung di lahan seluas 429 ribu hektare.
Tak hanya soal tanam, Polri juga turun langsung dalam setiap tahap budidaya, mulai dari distribusi bibit unggul, pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan teknis di lapangan melalui aplikasi Gugus Tugas Polri. Bahkan, 18 gudang pangan telah dibangun untuk menyimpan hasil panen petani.
Dia mengklaim, Polri berhasil melaksanakan Panen Raya Serentak Kuartal I dan II dengan hasil panen mencapai 2,08 sampai 2,5 juta ton.
"Pada kuartal III, kami menargetkan penanaman jagung pada 750 ribu hektar lahan dengan estimasi hasil panen sebesar 3 sampai 7,5 juta ton, serta pada kuartal IV, target penanaman jagung pada 1 juta hektar lahan dengan estimasi hasil panen sebesar 4 sampai 10 juta ton," ungkapnya.
Tak berhenti di dalam negeri, Polri juga membuka jalur ekspor. Pada Juni 2025, ekspor perdana dilakukan 1.200 ton jagung dari Kalimantan Barat dikirim ke Malaysia, serta 6.000 ton dari NTB menuju Filipina.
"Kami optimis, dengan keteguhan tekad seluruh komponen bangsa, kita mampu menggapai cita-cita mulia, menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," Listyo menandaskan.