Kapolri Pimpin Apel dan Buka Rakernis Korps Brimob, Ingatkan Anggota Waspada Dampak Konflik Global
Sigit mengatakan, situasi global yang terjadi saat ini dapat berdampak kepada kondisi dalam negeri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kepada Korps Brimob Polri agar selalu siap dalam menghadapi perkembangan situasi global geopolitik dan geoekonomi terjadi saat ini. Sigit mengatakan, situasi global yang terjadi saat ini dapat berdampak kepada kondisi dalam negeri.
"Kita harus terus mengikuti dan mewaspadai dampak ataupun implikasi dari konflik yang terjadi antara Israel melawan Iran," kata Sigit saat membuka Rakernis Korps Brimob Polri dihadiri 7.000 anggota di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (21/4).
Selain itu, Sigit meminta kepada seluruh anggota Brimob untuk benar-benar mempelajari situasi dan kondisi yang ada saat ini. Hal ini tidak terlepas dari Korps Brimob sebagai special force dari Polri.
"Oleh karena itu tolong pelajari betul terkait dengan situasi dan eskalasi yang ada, pelajari kondisi dan medan di lapangan, persiapkan peralatan yang rekan-rekan miliki sehingga pada saat rekan-rekan turun peralatan-peralatan yang ada yang melekat pada diri rekan-rekan siap untuk digunakan," ujar Sigit.
Tak hanya memahami situasi global terkini, Sigit turut meminta kepada Korps Brimob untuk memperlihatkan bahwa mereka ada pasukan dekat dengan masyarakat.
Dia meminta apabila ada kegiatan operasi kemanusiaan, agar dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu, kehadiran Korps Brimob benar-benar terasa di tengah masyarakat.
Kompak dan Solid
Sigit juga menekankan kepada anggota Korps Brimob untuk terus melakukan evaluasi, simulasi, dan latihan. Menurutnya, kekompakan anggota adalah kunci keberhasilan bagi Korps Brimob dalam menjalankan sebuah misi.
Dia meyakini seberat apapun tugas akan mudah dihadapi jika kekompakan dan soliditas berjalan beririnvan.
"Seberat apa pun sepanjang kita solid, sepanjang kita kompak, maka saya yakin bahwa seberat apapun tugas tersebut rekan-rekan pasti akan mampu menghadapinya," tegas dia.
Soliditas tak hanya dilakukan kepasa internal kepolisian, Sigit meminta kepada Korps Brimob untuk terus berkomunikasi dengan mitra strategis, dalam hal ini TNI.
Komunikasi ini dinilai bisa mempermudah koordinasi ketika menghadapi sebuah dinamika maupun masalah bersama di lapangan yang akan terjadi.
Dia juga menegaskan, ketahanan suatu negara ditentukan oleh cara dalam menghadapi tantangan dan ancaman secara cermat. Dengan demikian, risiko ancaman akan semakin kecil, sehingga kehadiran Korps Brimob benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Waspada Dampak Konflik Global
Sigit menambahkan mengaku senang karena dapat bertatap muka secara langsung kepada anggota Korps Brimob. Bahkan, dia menyebut Korps Brimob adalah pasukan elit kebanggaannya.
"Anggota-anggota pasukan elit kebanggaan saya," kata Sigit.
Kehadiran ribuan anggota Korps Brimob ini menjadi sinyal kesiap-siagaan dalam melaksanakan tugas.
Sigit menegaskan, seluruh personel Korps Brimob untuk mengikuti perkembangan dinamika global, khususnya yang berdampak kepada situasi dalam negeri. Ia turut menyoroti konflik Iran dan Israel.
Menurutnya, eskalasi yang terjadi tak hanya pada korban jiwa, melainkan juga kerusakan infrastruktur dan gangguan pada sektor energi. Ini karena 20 persen pasokan energi dunia melewati Selat Hormuz.
"Artinya kita semua harus terus bersiap menghadapi situasi yang ada dan ini tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya harga minyak dunia," kata dia.
Pada akhirnya, dampak ini akan dirasakan oleh dalam negeri karena meningkatkan harga minyak dunia akibat konflik, seperti kenaikan BBM dan LPG non subsidi. Akibatnya, kondisi ini dapat berdampak kepada ancaman gangguan keamanan dan ketertiban dalam negeri.
"Oleh karena itu tentunya kita semua harus selalu siap, kita semua harus selalu waspada, mempersiapkan diri untuk terus melatih menghadapi segala macam dinamika yang mungkin terjadi," jelas Sigit.