Bank Mandiri Cetak Laba Rp56 Triliun Sepanjang 2025, Penyaluran Kredit Tumbuh 13 Persen
Riduan menyampaikan, penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mecatat telah mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.105,8 triliun sepanjang 2025. Capaian ini meningkat 23,9 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya atau tahun 2024.
"Dana Pihak Ketiga yang mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen YoY," kata DIrektur Utama Bank Mandiri Riduan, dalam Laporan Keuangan Triwulan IV 2025 Mandiri, Kamis (5/2).
Struktur pendanaan juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun sehingga likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
"Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan," ujarnya,
Riduan menyampaikan, penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun. Realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis sejalan upaya Bank Mandiri berkontribusi untuk perekonomian nasional, ekonomi kerakyatan serta penciptaan lapangan kerja.
"Terbukti, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh kuat hingga 4,88 persen YoY sepanjang 2025, di saat pertumbuhan Kredit UMKM industri melambat," ujarnya.
Hal ini menegaskan peran Bank Mandiri dalam mendukung 1,3 juta pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kualitas Aset dan Profitabilitas Tetap Optimal
Di sisi lain, kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025 seiring penerapan manajemen risiko yang disiplin dan selektif pada seluruh segmen pembiayaan.
Kondisi ini tercermin pada rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 0,96 persen di akhir 2025, yang berada di bawah rata-rata industri dan konsisten menunjukkan tren perbaikan secara gradual.
"Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih senilai Rp106 triliun dengan tren positif seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid," ujarnya.
Penguatan profitabilitas juga berasal dari diversifikasi sumber pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen YoY menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang.