Pertumbuhan Pesat Livin' by Mandiri Dorong Kinerja Keuangan Bank Mandiri

Aplikasi Super Livin' by Mandiri menunjukkan pertumbuhan pengguna tercepat, secara signifikan mendongkrak pendapatan Bank Mandiri dan menekan rasio efisiensi operasional, menjadikannya menarik bagi investor.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pertumbuhan Pesat Livin' by Mandiri Dorong Kinerja Keuangan Bank Mandiri
Aplikasi Super Livin' by Mandiri menunjukkan pertumbuhan pengguna tercepat, secara signifikan mendongkrak pendapatan Bank Mandiri dan menekan rasio efisiensi operasional, menjadikannya menarik bagi investor. (AntaraNews)

Livin' by Mandiri, super app unggulan dari PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), berhasil mencatat pertumbuhan pengguna yang sangat pesat. Keberhasilan ini menempatkan Livin' by Mandiri sebagai salah satu aplikasi keuangan dengan laju ekspansi tercepat di Indonesia. Perkembangan positif ini turut memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Mandiri secara keseluruhan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menyoroti kontribusi Livin' by Mandiri dalam mendongkrak Fee-Based Income Bank Mandiri. Peningkatan ini terjadi secara signifikan, menunjukkan efektivitas strategi digitalisasi perseroan. Digitalisasi yang sukses juga memungkinkan Bank Mandiri menekan Cost to Income Ratio (CIR).

Efisiensi operasional yang semakin baik ini kini mulai membayangi kompetitor besar seperti BBCA. Selain itu, Bank Mandiri juga memiliki keunggulan kompetitif dari ekosistem BUMN dan Danantara, yang akan mendorong kebutuhan layanan perbankan korporasi yang kompleks.

Livin' by Mandiri: Mesin Pendorong Pendapatan dan Efisiensi Bank Mandiri

Pertumbuhan Livin' by Mandiri tidak hanya sebatas jumlah pengguna, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan berbasis komisi (Fee-Based Income) Bank Mandiri. Aplikasi ini telah menjadi tulang punggung dalam strategi digitalisasi perseroan. Keberhasilan ini tercermin dari data transaksi yang terus meningkat secara signifikan.

Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan bahwa digitalisasi yang sukses melalui Livin' by Mandiri memungkinkan Bank Mandiri untuk menekan rasio beban operasional terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio). Efisiensi ini menjadi indikator penting dalam kesehatan finansial bank. Penurunan CIR menunjukkan pengelolaan biaya yang lebih baik seiring dengan peningkatan pendapatan.

Dengan efisiensi operasional yang semakin optimal, Bank Mandiri kini berada di posisi yang mampu bersaing ketat dengan bank-bank besar lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi Bank Mandiri dalam pengembangan platform digital telah membuahkan hasil. Livin' by Mandiri membuktikan diri sebagai aset strategis yang krusial.

Keunggulan Ekosistem dan Prospek Pertumbuhan Bank Mandiri

Selain kekuatan digitalnya, Bank Mandiri juga diuntungkan oleh ekosistem BUMN yang kuat, menurut Nafan Aji Gusta Utama. Konsolidasi aset negara melalui Danantara diperkirakan akan membutuhkan layanan perbankan korporasi yang kompleks. Kebutuhan ini mencakup sindikasi kredit hingga manajemen kas berskala besar, yang merupakan spesialisasi utama Bank Mandiri.

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif juga menjadi peluang besar bagi Bank Mandiri. Pembangunan infrastruktur, hilirisasi sektor industri, serta pengembangan energi baru dan terbarukan akan meningkatkan kebutuhan pembiayaan. Sektor-sektor ini memerlukan kredit korporasi dalam skala besar.

Sebagai bank besar dengan kapabilitas yang mumpuni, Bank Mandiri sangat siap untuk menangkap peluang tersebut. Kemampuan Bank Mandiri dalam menyediakan layanan pembiayaan korporasi yang komprehensif akan menjadi kunci. Hal ini akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin di segmen perbankan korporasi.

Kinerja Transaksi Digital dan Pendapatan Berbasis Komisi yang Impresif

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa volume transaksi melalui Livin' by Mandiri terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Februari 2026, total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta sejak awal tahun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sekitar 28% secara tahunan (YoY).

Peningkatan ini didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan layanan digital untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari masyarakat. Layanan tersebut mencakup pembayaran tagihan, pembelian produk dan layanan digital, hingga transfer dana antar individu. Transaksi pembayaran di berbagai merchant dan UMKM juga turut memperkuat peran Livin' by Mandiri.

Sejalan dengan aktivitas transaksi digital yang meningkat, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi. Pendapatan ini berasal dari berbagai layanan pembayaran, transfer, dan transaksi digital lainnya. Pendapatan berbasis komisi dari Livin' by Mandiri mencapai Rp625 miliar, meningkat 45,3% secara tahunan.

Selain itu, platform wholesale Kopra by Mandiri juga menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp421 miliar. Angka ini tumbuh 29,3% YoY, seiring dengan tingginya volume transaksi nasabah di kanal digital perseroan. Kedua platform ini secara kolektif menunjukkan keberhasilan strategi digital Bank Mandiri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi