Laba Bank Mandiri Tumbuh Double Digit di Januari 2026
Bank Mandiri mencatat laba MTD tumbuh double digit Januari 2026, didorong kenaikan NII, FBI, kredit, DPK, dan transaksi digital Livin’ serta Kopra.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan laba bersih secara month to date (MTD) pada Januari 2026 dengan kenaikan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut terutama ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 10,2 persen secara tahunan.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pencapaian tersebut juga dipengaruhi penurunan biaya dana.
"Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1 persen secara YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan," kata Novita dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Selain itu, biaya dana atau Cost of Fund (CoF) turun 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2,06 persen pada Januari 2026.
Pendapatan berbasis komisi juga meningkat seiring aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis. Rasio efisiensi Cost to Income Ratio (CIR) membaik menjadi 37,75 persen, turun 3,44 persen dari posisi bulan sebelumnya yang masih di atas 40 persen.
Peningkatan transaksi digital turut mendukung kinerja, di antaranya Livin’ by Mandiri yang tumbuh 49,3 persen YoY dan Kopra by Mandiri meningkat 27 persen YoY. Transaksi treasury juga naik 33 persen YoY.
Pertumbuhan Kredit dan Aset
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.511,4 triliun atau tumbuh 15,62 persen secara tahunan.
Kenaikan kredit mendorong total aset menjadi Rp2.191,9 triliun atau meningkat 13,96 persen YoY.
Novita menyebut pertumbuhan kredit mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung sektor produktif, termasuk pembiayaan UMKM.
"Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan," ujarnya.
Dana Pihak Ketiga dan Kualitas Kredit
Struktur pendanaan Bank Mandiri juga menunjukkan penguatan. Dana pihak ketiga (DPK) secara bank only tercatat Rp1.635,5 triliun atau naik 17,29 persen YoY.
Komposisi dana didominasi dana murah dengan rasio CASA sebesar 73 persen. Struktur tersebut mendukung efisiensi biaya dana dan likuiditas bank.
Dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 turun 21 basis poin YoY menjadi 0,35 persen. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level 0,97 persen atau turun 3 basis poin secara tahunan.
Kinerja tersebut mencerminkan pengelolaan risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan pada awal tahun 2026.