Astra International Bagikan Dividen Tunai Rp15,6 Triliun ke Pemegang Saham

Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto menyampaikan secara langsung keputusan strategis perusahaan tersebut.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Astra International Bagikan Dividen Tunai Rp15,6 Triliun ke Pemegang Saham
Astra International Bagikan Dividen Tunai Rp15,6 Triliun ke Pemegang Saham (Merdeka.com)

PT Astra International Tbk (ASII) resmi menyepakati penggunaan laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 untuk dibagikan kepada para pemegang saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar hari ini, emiten raksasa tersebut memutuskan untuk membagikan total dividen tunai mencapai Rp15,6 triliun.

Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto menyampaikan secara langsung keputusan strategis perusahaan tersebut. Dalam RUPS itu guna memberikan kepastian mengenai hak para investor atas kinerja moncer perseroan sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan, Astra International tercatat mengantongi laba bersih konsolidasian sebesar Rp32.768.787.786.564 untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Dari total keuntungan jumbo tersebut, sekitar 47,8 persen dialokasikan sebagai dividen untuk mengapresiasi loyalitas pemegang saham.

Boy Kelana Soebroto merinci, setiap pemegang saham akan menerima jatah dividen dengan total nilai Rp390 per lembar saham. Besaran ini mencakup dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya pada akhir tahun lalu serta sisa dividen final yang akan segera dicairkan dalam waktu dekat.

"Sebesar Rp390, setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp15.668.846.832.200, dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp98, per saham atau sebesar Rp3.967.388.207.720, yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025," kata Boy Kelana Soebroto dalam konferensi pers di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4).

Pihak manajemen menjelaskan, sisa dividen tunai sebesar Rp292 per saham dijadwalkan akan masuk ke rekening pemegang saham pada 25 Mei 2026. Namun, hak ini hanya berlaku bagi investor yang namanya resmi tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 6 Mei 2026 mendatang.

Selain pembagian laba untuk dividen, sisa dari keuntungan bersih perseroan tetap disimpan untuk memperkuat struktur modal perusahaan di masa depan.

Dana ini dijelaskannya akan digunakan sebagai laba ditahan guna mendukung keberlangsungan ekspansi bisnis grup di berbagai sektor.

"Sisanya minimum sebesar Rp17.099.940.954.364, dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan. Jumlah total yang sebenarnya, akan bergantung pada total dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham," jelasnya.

Perseroan juga memberikan mandat penuh kepada jajaran Direksi untuk mengeksekusi proses pembagian keuntungan ini. Segala tindakan teknis terkait pembayaran dividen dipastikan akan mengikuti standar hukum dan kepatuhan yang berlaku di pasar modal Indonesia.

"Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan. Pembayaran dividen akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pajak, Bursa Efek Indonesia dan ketentuan pasar modal lainnya yang berlaku," kata dia. 

Dengan keputusan ini, Astra International kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi para investor. Langkah pembagian dividen di tengah dinamika ekonomi nasional ini menjadi sinyal positif atas stabilitas finansial perusahaan berkode saham ASII tersebut.

Rekomendasi