Ketahui Tiga Penyebab Mata Kering, Terlalu Lama di Depan Layar Jadi Salah Satu Pemicu
Terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata menjadi kering. Akibatnya, kondisi ini membuat mata terasa berat dan lelah.
Mata kering atau dry eye adalah kondisi di mana mata tidak mampu memproduksi air mata dengan cukup atau kualitas air mata yang dihasilkan tidak memadai untuk menjaga kelembapan mata.
"Ketika jumlah atau kualitas air mata terganggu, mata dapat mengalami iritasi, tidak nyaman, dan bahkan dapat mengalami gangguan penglihatan," ungkap dokter spesialis mata, Levandi Mulja dari RS EMC Sentul.
Mengenai penyebabnya, Levandi menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi, antara lain:
Produksi Air Mata Berkurang
Berbagai faktor dapat menyebabkan berkurangnya produksi air mata, mulai dari penuaan (terutama setelah usia 50 tahun), penggunaan obat tertentu seperti antihistamin, antidepresan, dan obat untuk tekanan darah tinggi, hingga penyakit autoimun seperti sindrom Sjögren dan gangguan pada kelenjar air mata.
Penguapan Air Mata Berlebihan
Penguapan air mata yang berlebihan dapat terjadi ketika seseorang terlalu lama menatap layar tanpa berkedip, terpapar angin, asap, atau udara kering dari AC dan kipas angin. Selain itu, kelainan pada kelopak mata yang membuatnya tidak menutup sempurna dan kekurangan lapisan minyak pada air mata juga dapat menjadi penyebabnya.
Kualitas Air Mata Buruk
Ketidakseimbangan dalam komposisi air mata dapat menyebabkan air mata cepat menguap atau tidak tersebar merata di permukaan mata. Kondisi ini membuat seseorang merasakan perih atau terbakar pada mata, sensasi seperti ada pasir di mata, serta mata yang terasa berat atau lelah. Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul adalah mata merah dan penglihatan kabur yang biasanya membaik setelah berkedip.
Apakah mata kering perlu diobati dengan obat?
Pemecahan masalah dry eye harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Salah satu langkah awal yang bisa diambil adalah dengan melakukan pengobatan mandiri, seperti menggunakan tetes mata yang mengandung air mata buatan. Selain itu, penting juga untuk memberikan waktu istirahat bagi mata Anda dari layar. Anda bisa menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit sekali, alihkan pandangan Anda ke objek yang berjarak 20 kaki selama 20 detik. Dengan cara ini, mata Anda akan mendapatkan kesempatan untuk relaksasi.
Selain langkah-langkah tersebut, penting untuk menghindari lingkungan yang kering, asap, dan angin langsung yang dapat memperburuk kondisi mata Anda. Menggunakan humidifier di ruangan ber-AC juga dapat membantu menjaga kelembapan udara, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi mata. Levandi menekankan bahwa perubahan gaya hidup juga sangat berpengaruh. Anda disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan omega-3, seperti ikan dan biji-bijian, serta memastikan untuk minum air putih yang cukup. Selain itu, menghindari rokok juga merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mata.
Lakukan perawatan medis jika diperlukan
Pada beberapa kondisi, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan medis kepada pasien. Dalam hal ini, pasien akan menerima obat resep dari dokter untuk membantu mengatasi masalah kesehatan yang dialami. Selain itu, pasien juga akan disarankan untuk menjalani terapi tertentu, seperti penutupan saluran air mata (punctal plugs) yang bertujuan untuk mempertahankan kelembapan air mata. Terapi lain yang mungkin disarankan adalah terapi panas yang berfungsi untuk membuka kelenjar minyak di kelopak mata, serta terapi cahaya dan pemijatan kelopak mata yang dapat meningkatkan kesehatan mata secara keseluruhan.