997 Calon Haji Situbondo Diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya dalam Empat Kloter
Sebanyak 997 Calon Haji Situbondo mulai diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dibagi dalam empat kloter. Simak detail keberangkatan dan pesan Bupati Situbondo.
Sebanyak 997 Calon Haji Situbondo memulai perjalanan suci mereka menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Rabu (13/5) malam. Pemberangkatan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji bagi ribuan warga dari Kabupaten Situbondo dan sekitarnya. Para jamaah akan diberangkatkan secara bertahap untuk memastikan kelancaran proses.
Pemberangkatan tersebut dilakukan dalam dua tahap utama dari depan Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Tahap pertama meliputi Kloter 87 dan Kloter 88 yang berangkat pada pukul 23.30 WIB. Sementara itu, Kloter 89 dan Kloter 90 dijadwalkan menyusul pada Kamis (14/5) dini hari pukul 02.00 WIB.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, secara langsung melepas keberangkatan para jamaah, memberikan pesan dan doa. Proses ini merupakan bagian dari persiapan akhir sebelum para Calon Haji Situbondo bertolak ke Tanah Suci. Seluruh persiapan logistik dan kesehatan telah diatur dengan cermat.
Pembagian Kloter dan Gabungan Jamaah
Jamaah Calon Haji Situbondo tahun ini terbagi menjadi empat kelompok terbang (kloter) yang berbeda. Kloter-kloter tersebut adalah Kloter 87, 88, 89, dan 90. Pembagian ini bertujuan untuk mengatur alur keberangkatan dan akomodasi di Asrama Haji Sukolilo.
Tidak semua kloter murni berasal dari Situbondo. Kloter 88 dan 89 secara eksklusif merupakan rombongan jamaah asal Situbondo. Ini menunjukkan sebagian besar jamaah berasal dari kabupaten tersebut.
Kloter 87 merupakan gabungan dengan jamaah calon haji asal Bondowoso. Sementara itu, Kloter 90 digabungkan dengan jamaah calon haji dari Kabupaten Jember. Penggabungan ini adalah praktik umum untuk mengoptimalkan kuota dan kapasitas penerbangan.
Pesan dan Doa dari Bupati Situbondo
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan pesan penting kepada para Calon Haji Situbondo. Ia meminta agar para jamaah mendoakan Situbondo tetap aman dan nyaman serta dijauhkan dari segala bencana.
"Semoga perjalanan ibadah yang akan ditempuh senantiasa diberikan kelancaran kesehatan, kekuatan dan mendapat perlindungan dari Allah," ucap Rio. Pesan ini disampaikan untuk memberikan semangat dan ketenangan bagi para jamaah. Bupati berharap ibadah haji mereka berjalan lancar tanpa hambatan.
Pesan Bupati tersebut mencerminkan harapan seluruh masyarakat Situbondo. Dukungan moral dari pemerintah daerah sangat berarti bagi para jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Keberangkatan ini menjadi momen haru sekaligus penuh harapan.
Perhatian Khusus untuk Lansia dan Profil Jamaah
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo, Rif'an Junaidi, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perlakuan khusus kepada 171 orang jamaah calon haji berusia lanjut (lansia) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kelompok terbang.
"Dari 993 calon haji tahun ini, sebanyak 171 orang merupakan lansia yang mendapatkan perlakuan atau pelayanan khusus dari PPIH," katanya. Pelayanan khusus tersebut mencakup bantuan mobilitas, pendampingan, dan fasilitas yang disesuaikan. Ini menunjukkan komitmen untuk melayani semua jamaah tanpa terkecuali.
Berdasarkan data yang diperoleh, calon haji asal Situbondo termuda adalah Afif Farhan Fatwa berumur 13 tahun, warga Desa Tokelan, Kecamatan Panji. Sedangkan calon haji tertua adalah Artini Suardi (85 tahun), warga Desa Pesisir, Kecamatan Besuki. Rentang usia yang lebar ini menunjukkan antusiasme masyarakat dari berbagai generasi untuk menunaikan ibadah haji.
Fasilitas dan Logistik Pemberangkatan
Pemerintah Kabupaten Situbondo memfasilitasi sebanyak 26 bus, termasuk bus cadangan, untuk memberangkatkan jamaah ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Penyediaan bus ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Situbondo.
Tujuannya adalah memastikan semua jamaah dapat tiba di asrama haji dengan aman dan nyaman. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak terkait sangat krusial dalam proses ini.
Logistik pemberangkatan telah direncanakan dengan matang. Ini mencakup jadwal keberangkatan yang terbagi dua tahap, pengaturan kloter, hingga penempatan jamaah di bus. Semua aspek dipertimbangkan untuk kelancaran seluruh proses. Dengan persiapan yang komprehensif ini, diharapkan seluruh calon haji dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Sumber: AntaraNews