PANI Raup Pendapatan Rp1,1 Triliun di Kuartal Pertama 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Adapun pada kuartal I-2026, PANI berhasil mencatatkan penjualan atau marketing sales sebesar Rp968 miliar di mana itu telah mencapai 23% target tahunan.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun didukung bisnis utama perusahaan di sektor properti dan peningkatan pendapatan dari sewa dari Nusantara International Convention Exhibiton (NICE).
"Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal pertama tahun 2026," kata Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, Yohanes Edmond Budiman, dalam Public Expose Live 2026, Kamis (11/6).
Dari sisi profitabilitas, Yohanes menyampaikan, pada kuartal I-2026 PANI membukukan pertumbuhan di mana laga teratribusi sebesar Rp578 miliar atau meningkat 1.027% secara year-on-year.
Adapun pada kuartal I-2026, PANI berhasil mencatatkan penjualan atau marketing sales sebesar Rp968 miliar di mana itu telah mencapai 23% target tahunan.
"Total kontribusi terbesar berasal dari residensial sebesar 47%; kedua, berasal dari coupling tanah komersial sebesar 43% dan 10% berasal dari produk komersial seperti ruko, rukan, dan gudang," ujar dia.
Kawasan NICE
Selain mencatat kinerja yang positif, PIK2 juga terus memperkuat ekosistem kawasan melalui berbagai infrastruktur dan fasilitas strategis. Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang telah beroperasi sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia, terus mendorong peningkatan kunjungan, aktivitas bisnis, dan eksposur kawasan.
Hingga saat ini, NICE telah mengamankan puluhan event nasional maupun internasional yang semakin memperkuat daya tarik PIK2 sebagai destinasi bisnis, hiburan, dan gaya hidup.
Di sisi lain, pembukaan bertahap Tol KATARAJA semakin meningkatkan konektivitas kawasan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta jaringan jalan tol utama di Jabodetabek.
Peningkatan aksesibilitas ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya saing kawasan sebagai destinasi hunian, bisnis, dan investasi.
"Secara fundamental, PANI didukung oleh total aset sekitar Rp50 triliun serta cadangan lahan seluas sekitar 1.825 hektare yang memberikan visibilitas pengembangan jangka panjang," pungkasnya.