Cetak Laba Rp3,7 Triliun, PalmCo Setor Dividen Rp1,5 Triliun
Jatmiko menyebut capaian tersebut sebagai hasil nyata dari restrukturisasi dan efisiensi yang dijalankan perusahaan sejak proses konsolidasi PTPN.
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menetapkan dividen tunai sebesar Rp1,5 triliun kepada pemegang saham atau negara setelah membukukan kenaikan kinerja keuangan 2024. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTPN Group yang digelar di kantor Holding PTPN III (Persero).
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa mengatakan, besaran dividen tersebut mencerminkan perbaikan kinerja fundamental perusahaan selama dua tahun terakhir. Laporan keuangan konsolidasian PalmCo mencatat laba bersih 2024 sebesar Rp3,76 triliun, naik 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di Rp2,53 triliun.
Jatmiko menyebut capaian tersebut sebagai hasil nyata dari restrukturisasi dan efisiensi yang dijalankan perusahaan sejak proses konsolidasi PTPN.
"Tahun 2024 adalah tahun yang luar biasa bagi PalmCo. Transformasi yang kami lakukan mulai menunjukkan dampak yang signifikan," katanya dikutip di Jakarta, Jumat (21/11).
Linerja yang menopang penetapan dividen jumbo itu tercermin pada sejumlah indikator keuangan. Arus kas operasional (AKO) tercatat melonjak hingga Rp11,9 triliun, atau tumbuh 154 persen secara tahunan. Lonjakan arus kas ini menandai kondisi likuiditas perusahaan yang semakin kuat.
Di sisi operasional, pendapatan PalmCo mencapai Rp38,9 triliun, terdorong peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO) sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Strategi efisiensi biaya dan penataan proses bisnis dinilai berhasil mendorong profitabilitas. Perusahaan mencatat EBITDA margin 23,37 persen dan net profit margin 9,64 persen.
"Peningkatan laba bersih 49 persen ini menunjukkan bahwa PalmCo berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama dalam industri minyak sawit global," kata Jatmiko.
Pengakuan Eksternal dan Prospek
Perbaikan kinerja PalmCo juga tercermin dalam penilaian eksternal. Lembaga pemeringkat PEFINDO menaikkan peringkat perusahaan dari Single A- menjadi Single A untuk Tahun Buku 2024, dengan predikat Sehat. Total aset perusahaan pun meningkat sekitar 9 persen.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PalmCo, Hilda Savitri, menyebut kenaikan peringkat itu sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan terhadap fundamental perusahaan. "Ini mencerminkan tata kelola yang semakin baik serta kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan," ujarnya.
Jatmiko menyampaikan komitmen PalmCo untuk mempertahankan kinerja positif tersebut. "Kami akan terus memperkuat efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas peran sebagai penyedia minyak sawit berkelanjutan terbesar di dunia," katanya.