Harga TBS Sawit Turun, Mentan Amran: Ini Anomali, Tak Seharusnya Terjadi
Berdasarkan laporan yang diterima Amran, sekitar 70 persen harga TBS yang sebelumnya mengalami penurunan kini telah berangsur pulih.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menilai penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan sebuah anomali karena tidak sejalan dengan kondisi pasar.
Menurut Amran, harga TBS seharusnya mengalami kenaikan seiring menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, yakni harga di tingkat petani mengalami penurunan.
"Ya anomali. Tulis anomali. Itu enggak harusnya tidak terjadi,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Senin (8/6).
Meski demikian, Amran mengungkapkan kondisi harga TBS mulai membaik. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 70 persen harga TBS yang sebelumnya mengalami penurunan kini telah berangsur pulih.
Pemulihan Harga Waktu Dekat
Pemerintah menargetkan pemulihan harga dapat mencapai 100 persen dalam waktu dekat. Bahkan, Amran menilai harga TBS berpotensi naik lebih tinggi dibandingkan sebelumnya karena didukung oleh faktor kurs.
"Tadi laporan yang kami terima sudah 70 persen berangsur-angsur pulih. Mulai hari ini harus kembali 100 persen dan bila perlu naik 10 persen dari harga sebelumnya karena nilai dolar,” tutup Amran.
Reporter: Immanuel Christian