Tiga Ruang Kelas SD di Tulang Bawang Barat Hangus Terbakar, Sekolah Siapkan Belajar Sementara
Insiden tersebut menyebabkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan setelah dilalap api.
Kebakaran melanda kompleks UPT SDN 14 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, pada Kamis (11/6/2026) siang. Insiden tersebut menyebabkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan setelah dilalap api.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.20 WIB atau setelah kegiatan belajar mengajar berakhir. Saat kejadian, seluruh siswa dilaporkan sudah meninggalkan area sekolah sehingga tidak ada pelajar yang berada di lokasi.
Rekaman video yang beredar menunjukkan kobaran api membesar dan membakar bagian atap bangunan sekolah. Dalam waktu singkat, api kemudian merambat ke beberapa ruang kelas yang berada di bagian depan gedung.
Jam Pelajaran Selesai
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tulang Bawang Barat, Muhammad Cheri Sopian, menyampaikan bahwa waktu kejadian berlangsung setelah jam pelajaran selesai sehingga kondisi sekolah relatif sudah sepi.
"Perkiraan kejadian sekitar pukul 12.20 WIB. Untungnya kegiatan belajar mengajar sudah selesai dan anak-anak sudah pulang," katanya, Kamis (11/6/2026).
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan untuk mencegah api menjalar lebih luas. Upaya pemadaman berhasil dilakukan dan situasi di sekitar sekolah kini telah dinyatakan aman.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Api juga sudah berhasil dipadamkan oleh petugas dan situasi di lokasi sudah terkendali," ujarnya.
Inventarisasi
Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya tiga ruang kelas terdampak. Saat ini pihak sekolah bersama dinas terkait masih melakukan inventarisasi untuk mengetahui jumlah kerusakan dan nilai kerugian material yang ditimbulkan.
"Kami masih melakukan pendataan terhadap barang-barang yang ada di dalam ruang kelas yang terbakar," ungkapnya.
Cheri menjelaskan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan karena masih dalam penanganan aparat kepolisian.
"Untuk penyebab saat ini masih menjadi ranah kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak sekolah dan stakeholder terkait untuk menyiapkan kelas sementara agar kegiatan belajar tetap berjalan," katanya.