Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus

Peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika warga dikejutkan dengan teriakan kebakaran. Saat itu, putra Sri Asih, Valent Febriantno.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus
Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus (Merdeka.com)

Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam menyisakan kisah yang menjadi perbincangan warga. Di tengah deretan rumah yang hangus dilalap api, satu bangunan milik keluarga Sri Asih justru tetap berdiri utuh tanpa tersentuh kobaran si jago merah.

Peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika warga dikejutkan dengan teriakan kebakaran. Saat itu, putra Sri Asih, Valent Febriantno, baru saja menyelesaikan kegiatan tahlilan di depan rumahnya.

"Bapaknya sama kakak, anak aku yang Valen itu lagi habis tahlilan di depan rumah ini. Selesai tahlilan, kok orang pada lari-lari. Aku pikir orang berantem, ya," kata Sri saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (4/6/2026).

Api Mulai Membesar

Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus
Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus Nur Habibie

Tak lama kemudian, kepanikan melanda kawasan tersebut setelah diketahui api mulai membesar dan menjalar cepat ke rumah-rumah warga. Sri segera masuk ke rumah untuk menyelamatkan dokumen-dokumen penting keluarga.

"Ke arah sana. Aku pikir orang berantem, enggak tahunya orang pada teriak kebakaran. Ya udah, aku langsung, posisi langsung ke rumah beres-beres. Berkas-berkas yang diambil," ujarnya.

Valent yang saat itu masih mengenakan baju koko dan sarung mengaku langsung berlari menuju rumah setelah melihat kobaran api dari lokasi tahlilan.

"Awalnya? Awalnya posisi saya sih lagi ikut tahlilan ngaji. Jadi habis ngaji, itu kelar, kelar dari acara, nengok ke samping udah ada api, Pak. Udah ada, udah ada api gede di situ kan. Ya udah, saya panik ya langsung ke sini ngambil tas langsung ke depan, udah, gitu doang sih, Pak," ungkap Valent.

Semakin Darurat

Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus
Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus Nur Habibie

Karena situasi semakin darurat, ia bahkan melepas sarung yang dikenakannya di tengah jalan agar dapat bergerak lebih cepat.

"Iya, masih pakai baju koko sama sarung. Itu belum dilepas. Saya akhirnya lepas di tengah jalan aja itu biar kagak keserimpet," tuturnya.

Meski api terus membesar, Valent mengaku sempat beberapa kali kembali masuk ke rumah untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa keluar. Saat itu, jarak kobaran api dengan rumahnya hanya beberapa meter.

"Belum, masih di depan situ. Masih di depan. Jarak, kira-kira 5 meter, 6 meteran lah," katanya.

Keluarga tersebut akhirnya memilih mengungsi dan hanya fokus menyelamatkan dokumen penting, termasuk berkas pekerjaan sang ayah yang dijadwalkan berangkat ke luar negeri dalam waktu dekat.

"Heeh, hari Jumat udah mau berangkat. Jadi berkas-berkas yang penting aja aku selametin," ujar Sri.

Pemadam Kebakaran

Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus
Mukjizat di Tengah Kebakaran Kemayoran, Rumah Hafiz Al-Quran Tetap Berdiri di Antara Bangunan yang Hangus Nur Habibie

Saat petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api menjelang tengah malam, Valent kembali ke lokasi untuk melihat kondisi rumahnya. Ia mengaku telah pasrah dan mengira bangunan tersebut ikut menjadi korban kebakaran seperti rumah-rumah lain di sekitarnya.

"Mikirnya gitu, Pak. Itu saya udah awalnya malah udah kayak udah pasrah lah. Awal-awal mah udah kayak, ya udahlah, amanin dokumen sama nyawa aja udah, rumah mah udah nomor sekian lah, gitu. Cuman Alhamdulillahnya kan sekarang masih ada," ujarnya.

Yang membuatnya terkejut, rumah tersebut ternyata tetap berdiri utuh. Padahal bangunan di sisi kanan dan kirinya mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.

"Ya, sempat ini aja, enggak kebayang aja, maksudnya kan posisi ini kan deket banget ya, Pak, ya? Maksudnya ini lihat aja kalau dilihat dari sampingnya aja udah parah banget, ya kan, udah hancur, ya kan. Nah, ini kalau misalkan dipikir secara logika juga kayaknya susah," kata Valent.

Fenomena tersebut kemudian menjadi perbincangan warga sekitar. Banyak yang mengaitkan keselamatan rumah tersebut dengan sosok Valent yang dikenal sebagai hafiz Al-Qur'an dan baru menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

Kuasa Allah

Namun keluarga memilih menyikapinya dengan sederhana.

"Ya, mungkin kuasa Allah aja kali, ya. Kalau menurut saya sih kayak gitu aja," ujar Sri Asih.

Sri memastikan tidak ada bagian rumah yang terbakar. Kerusakan yang terjadi hanya akibat air yang digunakan petugas saat proses pemadaman berlangsung.

"Enggak, enggak ada Alhamdulillah enggak ada. Cuman ya biasalah kena apa namanya, semprotan. Semprotan doang, becek doang. Aman, aman Alhamdulillah," tuturnya.

Pasca kebakaran, Valent memutuskan mengambil cuti kerja selama beberapa hari untuk membantu proses pembersihan lingkungan dan bergotong royong bersama warga yang terdampak.

"Izin, lagi izin, iya. Sekarang izin. Ya, kemungkinan 2 hari, 3 hari lah saya izin dulu buat ngerapihin kan, bantuin warga sini dulu, paling," katanya.

Rekomendasi