Banjir Muratara Hari ke-5 Belum Surut, 16 Ribu Rumah dan 17 Sekolah Terendam
Hingga kini, warga masih bertahan di tengah genangan air yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Memasuki hari kelima, banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, belum juga surut dan masih merendam sejumlah kecamatan di wilayah tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, setelah banjir menggenangi enam kecamatan di kabupaten itu sejak lima hari terakhir. Hingga kini, warga masih bertahan di tengah genangan air yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Banjir terjadi seiring hujan dengan intensitas tinggi hingga menyebabkan sungai meluap dan masuk ke pemukiman mulai Kamis (7/5). Pada saat itu, banjir merendam 80 ribu warga di Kecamatan Rawas Ulu, Ulu Rawas, Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, dan Rawas Ilir.
Sebanyak empat rumah warga hanyut terbawa arus dan enam jembatan gantung putus. Banjir juga menyebabkan seorang balita meninggal dunia karena tenggelam saat bermain air banjir ketika orangtuanya mengemasi barang yang terendam.
Di hari kelima banjir, air mulai surut dan masih merendami dua kecamatan, yakni Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas llir. Banjir di Kecamatan Karang Dapo menggenangi delapan desa dan sepuluh desa di Kecamatan Rawas Ilir.
Dihuni 57.373 Jiwa
Kepala Bidang Kesiapsigaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara Mugono mengatakan, banjir di dua kecamatan merendam 16.169 rumah yang dihuni 57.373 jiwa. Ketinggian air hingga satu meter.
"Banjir tersisa di dua kecamatan, tapi dampaknya menyebabkan 57.373 jiwa harus dievakuasi," ungkap Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono, Senin (11/5).
Di dua kecamatan itu terdapat 5 puskesmas, 10 sekolah, dan 6 tempat ibadah masih tergenang air. Warga belum dapat beraktivitas normal karena masih waspada seiring hujan terus berlangsung.
"Tim masih di lapangan untuk memantau kondisi banjir jika sewaktu-waktu air meningkat," kata Mugono.
Banjir Cukup Parah
Mugono menjelaskan, banjir kali terbilang cukup parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya merendam puluhan ribu rumah dan merusak 35 rumah warga, banjir juga menyebabkan 10 puskesmas, 6 polindes, dan 17 sekolah juga terendam.
Banjir juga mengakibatkan satu musalla hanyut, 10 musalla dan 25 masjid terendam, 11 perkantoran terdampak. Sementara total kerugian materil masih dalam perhitungan.
"Ada juga 30 hektare sawah dan 850 hektare kebun warga terendam," kata Mugono.
Mugono menyebut Pemkab Muratara telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Status ini bertujuan mempercepat penanganan banjir dan evakuasi korban terdampak.
Pemkab Muratara juga membentuk tim contingency dan emergency untuk membantu proses evakuasi warga serta penanganan darurat di lapangan.