BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Kaltim, Warga Diminta Waspada Hujan Lebat 11-12 Mei
BMKG merilis peringatan dini potensi Bencana Hidrometeorologi Kaltim, termasuk hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada 11-12 Mei 2026. Warga di sejumlah kabupaten diimbau waspada.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi Bencana Hidrometeorologi Kaltim yang mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Peringatan ini berlaku untuk hari Senin dan Selasa, tanggal 11-12 Mei 2026, menyusul prakiraan akan adanya hujan lebat. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menyatakan bahwa beberapa daerah di Kaltim berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang sesaat. Potensi cuaca buruk ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Untuk mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan, BMKG mengajak semua pihak untuk waspada terhadap berbagai risiko bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut meliputi banjir, meluapnya air sungai, kondisi jalan yang licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman ini.
Prakiraan Hujan Lebat di Berbagai Wilayah Kaltim
Prakiraan BMKG menunjukkan bahwa pada Senin, 11 Mei 2026, hujan lebat berpotensi melanda beberapa kecamatan di Kaltim. Wilayah tersebut termasuk Kecamatan Damai di Kabupaten Kutai Barat, serta Kecamatan Kenohan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain itu, Kecamatan Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Ulu juga diperkirakan akan mengalami kondisi serupa.
Secara lebih detail, Carolina Meylita Sibarani menjelaskan pola hujan di Mahakam Ulu pada hari Senin. Meskipun pada pukul 14.00 dan 17.00 Wita hanya terjadi hujan sedang, intensitas hujan diperkirakan meningkat. Pada pukul 20.00 dan 23.00 Wita, hujan lebat dimungkinkan terjadi, lengkap dengan petir dan angin kencang sesaat.
Sementara itu, di Kabupaten Kutai Barat, pola hujan pada Senin juga menunjukkan peningkatan intensitas. Dari pukul 14.00 hingga 20.00 Wita, wilayah tersebut diperkirakan hanya mengalami hujan ringan. Namun, pada pukul 22.00 Wita dan berlanjut hingga Selasa dini hari, hujan lebat diprediksi akan mengguyur daerah tersebut.
Kabupaten Kutai Kartanegara juga tidak luput dari potensi hujan lebat. Pada Senin siang hingga sore, hujan ringan mendominasi. Akan tetapi, pada pukul 23.00 Wita dan berlanjut hingga Selasa dini hari pukul 02.00 serta 05.00 Wita, wilayah ini berpotensi mengalami hujan lebat yang signifikan.
Wilayah Terdampak dan Imbauan Kesiapsiagaan
Potensi hujan lebat akan berlanjut pada Selasa, 12 Mei 2026, dengan cakupan wilayah yang sedikit berbeda. Kecamatan Nyuatan di Kabupaten Kutai Barat diperkirakan akan diguyur hujan deras. Selain itu, Kecamatan Telen di Kabupaten Kutai Timur, serta Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai di Mahakam Ulu juga masuk dalam daftar wilayah waspada.
Olin, sapaan akrab Carolina Meylita Sibarani, menambahkan bahwa di Mahakam Ulu, hujan lebat disertai petir diperkirakan terjadi pada Selasa dini hari. Kondisi ini diprediksi berlangsung mulai pukul 02.00, 05.00, hingga pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Intensitas hujan yang tinggi pada dini hari berpotensi menimbulkan dampak serius.
Tidak hanya itu, Kabupaten Kutai Timur juga diperkirakan mengalami hujan lebat pada Senin sekitar pukul 23.00 Wita dan Selasa dini hari pukul 02.00 Wita. Bahkan, Kota Bontang turut masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat pada Selasa dini hari pukul 02.00 Wita. Seluruh warga di daerah-daerah ini diharapkan untuk tetap waspada.
Mengingat prakiraan cuaca yang ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Bencana Hidrometeorologi Kaltim. Risiko banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang menjadi ancaman nyata yang perlu diantisipasi. Persiapan dini dan pemantauan informasi cuaca terkini sangat penting untuk keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews