Menhub Bocorkan Strategi untuk Turunkan Harga Tiket Pesawat
Dudy mengatakan, dalam pertemuan dengan presiden, pembahasan mengenai harga tiket pesawat tidak masuk ke dalam agenda utama.
Mahalnya harga tiket pesawat belakangan ini terus menjadi sorotan publik. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi akhirnya memberikan penjelasan terbaru mengenai langkah pemerintah dalam menyikapi tuntutan evaluasi tarif penerbangan di tanah air.
Hal tersebut disampaikan Menhub Dudy usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (11/6).
Dudy mengatakan, dalam pertemuan dengan presiden, pembahasan mengenai harga tiket pesawat tidak masuk ke dalam agenda utama. Apalagi, Tarif Batas Atas (TBA) dikatakannya sudah dibahas.
"Enggak dibahas. Enggak dibahas. TBA-nya sudah dibicarakan, tapi sementara yang dilakukan adalah penyesuaian untuk fuel surcharge, ya," kata Dudy kepada wartawan.
Dudy menjelaskan mekanisme mengenai komponen biaya tambahan tersebut. Menurutnya, pemerintah sudah memiliki acuan baku yang jelas untuk menentukan besaran biaya tambahan yang dibebankan kepada penumpang berdasarkan fluktuasi variabel eksternal.
"Fuel surcharge kan sudah ada tabelnya. Jadi sesuai dengan kenaikan apa, avtur atau kurs, itu disesuaikan menyelaraskan fuel surcharge-nya," jelasnya.
Evaluasi TBA
Kemudian, saat ditanyakan apakah akan dilakukan evaluasi terkait dengan Tarif Batas Atas (TBA), Menhub menegaskan bahwa hal itu tetap akan dibahas nanti.
"Itu nanti akan kita evaluasi dan sementara saat ini disepakati oleh para airlines bahwa yang diberlakukan adalah fuel surcharge yang di- yang di-adjust, ya," jelasnya.
Di sisi lain, tuntutan penyesuaian tarif ternyata tidak hanya datang dari sektor udara. Sektor transportasi laut dan penyeberangan juga mulai menyuarakan hal yang sama kepada Kementerian Perhubungan demi menjaga keberlangsungan bisnis mereka.
Menanggapi permintaan pengusaha penyeberangan tersebut, Dudy menekankan pentingnya melakukan kajian yang mendalam. Pasalnya, pemerintah selama ini telah memberikan bantuan sektor tersebut guna menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat luas.
"Kita harus lihat kondisinya ya. Kita lihat karena kan walaupun transportasi seperti penyeberangan, di sana juga ada subsidi BBM subsidi yang dinikmati oleh para pelaku industri penyeberangan ya. Jadi kita harus lihat gitu. Ya," pungkasnya.