Strategi Menhub Dudy Purwagandhi Hadapi Arus Balik Lebaran Sumatra-Jawa
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan strategi komprehensif menghadapi arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Sumatra-Jawa, memastikan perjalanan kembali berjalan aman dan lancar.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Fokus utama adalah lintas penyeberangan Sumatra-Jawa, guna memastikan perjalanan kembali masyarakat berjalan terkendali, selamat, aman, dan lancar.
Pihak Kementerian Perhubungan bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah titik krusial selama puncak arus mudik Lebaran 2026. Langkah antisipatif ini disiapkan untuk menjamin kelancaran arus balik.
Menhub Dudy menegaskan bahwa setelah puncak arus mudik terlewati, prioritas kini beralih pada pengelolaan arus balik yang lebih baik. Hal ini memerlukan respons lebih cepat dan strategi matang dari seluruh pemangku kepentingan terkait.
Evaluasi dan Peningkatan Kesiapsiagaan Arus Balik
Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa rapat evaluasi dan koordinasi telah digelar di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Merak. Pertemuan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membahas persiapan arus balik.
Dalam menghadapi arus balik, Menhub menginstruksikan semua pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini dilakukan melalui skenario yang lebih adaptif serta responsif terhadap dinamika di lapangan.
Evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan arus mudik menjadi dasar penting dalam menyempurnakan strategi arus balik. Potensi pergerakan masyarakat diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga persiapan matang sangat dibutuhkan.
Implementasi Strategi Operasional Lintas Penyeberangan
Sejumlah strategi telah disiapkan untuk memastikan kelancaran arus balik. Salah satunya adalah percepatan aktivasi tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat terjadi peningkatan kendaraan.
Simulasi kapasitas layanan pada skema 5 dan 6 dermaga juga dilakukan guna memastikan daya tampung optimal. Antisipasi titik crossing di Bakauheni menjadi perhatian agar tidak menghambat arus bongkar muat.
Optimalisasi rest area akan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kepolisian dalam pengaturan distribusi dan arus kendaraan. Selain itu, evaluasi penggunaan dermaga non-TBB dan pengaturan jumlah kapal juga dilakukan untuk efisiensi.
Opsi penggunaan lintas alternatif Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) disiapkan apabila terjadi penumpukan kendaraan. Pemanfaatan teknologi juga diperkuat melalui penggunaan drone untuk pemantauan real-time, khususnya di wilayah Bakauheni.
Pengelolaan Arus Kendaraan dan Sistem Tiket
Di sisi hulu, optimalisasi buffer zone dan rest area dalam penerapan mekanisme delaying system di Pulau Sumatra dilakukan. Koordinasi dengan Korlantas Polri bertujuan menahan kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.
Peningkatan kewaspadaan juga diterapkan pada titik rawan, seperti area penjualan oleh-oleh di turunan flyover yang berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas. Pengendalian arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan menjadi penting agar antrean tidak meluas.
Pengaturan di kawasan penyangga, seperti Indah Kiat, memerlukan rekayasa operasional berupa penambahan atau pelebaran akses bongkar muat. Hal ini untuk menghindari perpotongan arus kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan.
Aktivitas pembelian tiket juga dievaluasi, dengan perlunya perluasan radius zona pembelian tiket lebih dari 4 km untuk meminimalkan penumpukan di titik-titik krusial. Menhub menegaskan pentingnya penerapan sistem tiket Ferizy dengan prinsip satu NIK untuk satu tiket guna mencegah praktik percaloan.
Prioritas Utama: Keselamatan dan Ketertiban Layanan
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Kelancaran adalah penting, tetapi keselamatan adalah yang utama.
Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan, dan sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, serta kemudahan bagi masyarakat. Ini adalah komitmen Kementerian Perhubungan.
Pihaknya memastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib agar masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman. Semua upaya ini demi menciptakan perjalanan yang berkesan positif bagi pemudik.
Sumber: AntaraNews