Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mencatat kondisi arus mudik yang terpantau landai pada H-1 Lebaran 2026, tepatnya Jumat, 20 Maret. Penurunan jumlah penumpang dan kendaraan secara signifikan terjadi di jalur penyeberangan menuju Merak, Provinsi Banten. Situasi ini menunjukkan pergeseran pola perjalanan pemudik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengungkapkan data terbaru yang menunjukkan adanya penurunan drastis. Data tersebut mencakup realisasi total penumpang yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa melalui berbagai titik penyeberangan. Informasi ini menjadi dasar evaluasi kesiapan dan layanan yang diberikan.
Kelandaian arus mudik ini menjadi perhatian utama bagi operator pelabuhan menjelang puncak perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi yang berbeda dari prediksi lonjakan tinggi ini mengindikasikan bahwa sebagian pemudik mungkin telah melakukan perjalanan lebih awal, menghindari kepadatan di hari-hari terakhir.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan data yang dirilis oleh PT ASDP Cabang Bakauheni, total penumpang yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa pada Jumat (H-1 Lebaran) mencapai 42.729 orang. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, Kamis (H-2 Lebaran), yang tercatat sebanyak 57.319 orang. Penurunan ini mencerminkan perubahan dinamika arus perjalanan.
Tidak hanya pada jumlah penumpang, penurunan serupa juga terlihat jelas pada jumlah kendaraan pemudik yang melintas. Total kendaraan yang telah menyeberang dari Sumatra ke Jawa pada Jumat tercatat sebanyak 7.645 unit. Angka ini jauh lebih rendah dari jumlah kendaraan pada hari Kamis, 19 Maret, yang mencapai 10.756 unit.
Data ini mencakup pergerakan dari Pelabuhan Bakauheni utama, serta dari Wika Beton dan BBJ Muara Pilu. Kelandaian arus ini dapat mengindikasikan bahwa strategi penyebaran waktu mudik atau faktor lain telah berhasil mengurangi konsentrasi pemudik pada H-1 Lebaran. Penurunan ini memberikan ruang bagi pengelolaan operasional yang lebih efisien di pelabuhan.
Advertisement
Faktor-faktor seperti imbauan untuk mudik lebih awal, ketersediaan tiket Ferizy, serta kondisi cuaca, mungkin turut berkontribusi pada pola arus mudik yang landai ini. ASDP terus memantau situasi untuk memastikan kelancaran arus balik nantinya.
Advertisement
Menyikapi kondisi arus mudik yang dinamis ini, PT ASDP Cabang Bakauheni kembali mengingatkan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang. Imbauan ini secara khusus ditujukan bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan yang akan melintasi Selat Sunda. Perencanaan yang baik adalah kunci perjalanan yang aman dan nyaman.
Partogi Tamba secara khusus mengimbau calon pemudik dari Pulau Sumatra menuju Jawa dan sebaliknya untuk membeli tiket Ferizy dari jauh hari. Pembelian tiket jauh-jauh hari dapat membantu menghindari antrean panjang dan potensi kepadatan di area pelabuhan, terutama saat puncak arus mudik atau balik. Hal ini juga mendukung kelancaran operasional pelabuhan.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat membantu kelancaran arus lalu lintas penyeberangan secara keseluruhan. Selain itu, dengan membeli tiket lebih awal, pemudik juga mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan, sehingga dapat mengatur waktu perjalanan dengan lebih baik. Ini juga meminimalkan risiko terlambat atau tertinggal kapal.
Advertisement
Pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari ASDP melalui kanal-kanal resmi. Persiapan yang matang, termasuk pembelian tiket Ferizy secara daring, menjadi kunci utama untuk mewujudkan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews