Menhub: Sulsel Gerbang Strategis Angkutan Lebaran 2026, Kolaborasi Pusat-Daerah Kunci Utama
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki peran vital sebagai gerbang strategis angkutan Lebaran 2026, sehingga kolaborasi pusat dan daerah sangat krusial untuk kelancaran mobilitas pemudik.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Sulawesi Selatan (Sulsel) memegang peranan krusial sebagai gerbang utama Indonesia bagian timur selama periode angkutan Lebaran 2026. Kesiapan infrastruktur dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat serta daerah menjadi kunci utama dalam menjamin kelancaran arus mudik dan balik.
Pernyataan ini disampaikan Menhub dalam sebuah keterangan di Jakarta, Sabtu, menyoroti pentingnya koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat. Koordinasi ini dilakukan bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman guna mempersiapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 yang aman dan nyaman.
Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Sulsel diidentifikasi sebagai salah satu provinsi asal dan tujuan favorit pemudik tahun ini. Hal ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang strategis angkutan Lebaran menuju wilayah Indonesia bagian timur.
Kesiapan Infrastruktur Transportasi di Sulsel
Survei BKT menunjukkan bahwa Sulsel menjadi daerah asal terbesar keenam dengan perkiraan 3,92 juta orang bergerak, serta masuk lima besar provinsi tujuan dengan sekitar 5,36 juta orang menuju Sulsel. Angka ini menegaskan betapa sentralnya peran Sulsel sebagai gerbang strategis angkutan Lebaran.
Sejalan dengan data tersebut, sejumlah simpul transportasi di Makassar diprediksi akan menjadi titik tersibuk selama periode Lebaran. Bandara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno-Hatta diidentifikasi sebagai lokasi dengan potensi kepadatan tinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Bandara Sultan Hasanuddin diperkirakan akan melayani 508,27 ribu keberangkatan dan 627,86 ribu kedatangan, menempatkannya dalam lima besar bandara terpadat. Sementara itu, Pelabuhan Soekarno-Hatta menjadi pelabuhan laut asal dan tujuan terpadat kedua secara nasional, dengan proyeksi 134,28 ribu keberangkatan dan 150,59 ribu kedatangan penumpang.
Menhub menekankan pentingnya antisipasi kepadatan di simpul-simpul transportasi ini melalui manajemen lalu lintas yang efektif, pengaturan arus kendaraan, serta penyediaan layanan angkutan umum atau feeder yang memadai. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan kelancaran mobilitas pemudik di Sulsel sebagai gerbang strategis angkutan Lebaran.
Strategi Mitigasi Kepadatan dan Program Mudik Gratis
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan mendorong masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan aman serta nyaman, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis. Program ini bertujuan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih terorganisir.
Sulsel termasuk dalam daftar provinsi tujuan program Mudik Gratis menggunakan kapal laut, yang mencakup empat ruas penting. Rute-rute tersebut adalah Batulicin-Makassar, Balikpapan-Pare-Pare, Siwa-Tobaku, serta Tobaku-Siwa, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung Sulsel sebagai gerbang strategis angkutan Lebaran.
Selain itu, Menhub juga menyoroti perlunya antisipasi kemacetan akibat pasar tumpah yang kerap terjadi di beberapa lokasi. Pasar Tumpah Poros Pallangga (Gowa), Pasar Mandai (Maros), dan Pasar Tompo (Barru), serta beberapa pasar tradisional di Makassar, menjadi perhatian khusus untuk dikelola dengan baik.
Kepadatan juga diprediksi akan terjadi di lokasi wisata Sulsel mulai H+1 Lebaran, seperti Puncak Malino (Gowa), Tanjung Bira (Bulukumba), dan Pantai Losari (Makassar). Pengelolaan arus wisatawan di titik-titik ini menjadi bagian penting dari upaya mitigasi kepadatan.
Optimalisasi Fasilitas dan Koordinasi Lintas Sektor
Dalam upaya mendukung kenyamanan pemudik, Menhub mendorong optimalisasi masjid sebagai tempat istirahat sementara. Hal ini mencakup memastikan ketersediaan area parkir, air bersih, sanitasi yang memadai, serta pengaturan arus keluar masuk kendaraan secara tertib.
Tercatat, terdapat 307 masjid di Sulsel yang berpotensi dimanfaatkan sebagai rest area pendukung, menunjukkan potensi besar untuk fasilitas tambahan bagi pemudik. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan ekstra bagi mereka yang melakukan perjalanan panjang.
Menhub juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam mempersiapkan mitigasi dan penanganan titik rawan bencana. Optimalisasi peran unit pelaksana teknis (UPT) Kemenhub di berbagai wilayah Sulsel menjadi kunci dalam upaya ini.
Dengan karakter Sulsel sebagai simpul transportasi utama, ditopang oleh peran bandara sebagai hub regional Indonesia bagian timur, pelabuhan laut strategis, serta jaringan jalan lintas, sinergi yang kuat sangat diperlukan. Pengelolaan lalu lintas, pengendalian titik rawan kemacetan, mitigasi bencana, dan peningkatan keselamatan perjalanan menjadi fokus utama.
Sumber: AntaraNews