Menhub Dudy Purwagandhi Dorong Percepatan Pengembangan Taksi Air dan Dermaga Bali
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong percepatan Pengembangan Taksi Air dan Dermaga Bali guna meningkatkan konektivitas serta daya tarik wisata di Pulau Dewata. Simak detail rencana strategisnya untuk mengurangi kemacetan dan efisiensi logistik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan transportasi pariwisata di Bali. Langkah strategis ini mencakup pengembangan taksi air dan pembangunan dermaga, bertujuan untuk memperkuat konektivitas dan meningkatkan daya tarik wisata di Pulau Dewata. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk berbagai tantangan transportasi di Bali, terutama dalam menghadapi lonjakan wisatawan dan arus logistik.
Kementerian Perhubungan secara aktif menyinergikan upaya percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali. Fokus utama adalah pada penyediaan infrastruktur yang modern dan efisien, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Upaya ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional melalui sektor pariwisata.
Dudy menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat konektivitas di Provinsi Bali. Di antaranya adalah pengembangan taksi air serta pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Langkah-langkah ini dirancang untuk menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi, mengurangi beban lalu lintas darat, dan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi wisatawan.
Taksi Air sebagai Solusi Kemacetan dan Peningkatan Konektivitas
Pengembangan taksi air di Bali menjadi solusi alternatif yang inovatif untuk mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di Kabupaten Badung, yang sering kali mengalami kemacetan parah. Dengan adanya taksi air, wisatawan dan penduduk lokal akan memiliki opsi perjalanan yang lebih cepat dan nyaman.
Layanan taksi air nantinya akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi, waktu tempuh perjalanan darat dari bandara menuju Canggu saat ini berkisar antara 1 hingga 2 jam. Dengan taksi air, waktu tempuh diharapkan dapat dipersingkat secara signifikan, yaitu maksimal 30 menit, sehingga sangat menghemat waktu perjalanan.
Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry tengah menyusun studi detail engineering design (DED) untuk proyek taksi air ini. Pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027. Proses perencanaan yang matang ini memastikan bahwa proyek dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
Peningkatan Kapasitas Dermaga Pelabuhan Celukan Bawang
Selain taksi air, Kementerian Perhubungan juga fokus pada pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang. Dermaga I direncanakan akan melayani kapal general cargo dan aspal curah cair, dengan penambahan panjang sekitar 92 meter. Ini akan meningkatkan kapasitas pelabuhan untuk menangani berbagai jenis kargo, mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Dermaga II akan dikembangkan sebagai dermaga multipurpose yang melayani penumpang, general cargo, serta curah kering. Penambahan panjang dermaga sekitar 60 meter akan memperluas fungsionalitas pelabuhan, menjadikannya lebih fleksibel dalam melayani berbagai kebutuhan transportasi. Pengembangan ini merupakan hasil evaluasi untuk menyediakan pelabuhan alternatif, sehingga pergerakan kendaraan besar dan kecil tidak bercampur.
Peningkatan kapasitas Pelabuhan Celukan Bawang sangat penting untuk mendukung distribusi logistik dan mobilitas penumpang di Bali bagian utara. Dengan adanya dermaga yang lebih modern dan fungsional, diharapkan dapat mengurangi tekanan pada pelabuhan-pelabuhan lain dan menciptakan keseimbangan distribusi barang serta penumpang di seluruh pulau.
Strategi Jangka Pendek dan Konektivitas Antar Pulau
Sebagai solusi jangka pendek, Menhub juga meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di Ketapang. Ini termasuk pembukaan dermaga baru di Gilimanuk, yang diharapkan dapat menjadi pelabuhan pasangan untuk menerima kapal dari Ketapang. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi tingginya arus kendaraan, terutama menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang akan berdekatan tahun depan.
Penyediaan buffer zone juga menjadi prioritas untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan di pelabuhan. Buffer zone akan membantu mengurai antrean dan memastikan kelancaran lalu lintas di area pelabuhan, terutama saat musim liburan atau perayaan besar. Ini menunjukkan perencanaan yang komprehensif untuk mengatasi tantangan operasional.
Dudy berharap langkah-langkah strategis ini dapat segera terealisasi untuk memperkuat konektivitas, mendukung mobilitas penumpang, dan distribusi logistik yang lebih efisien. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata Bali secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews