Atasi Kemacetan, Menhub Dudy Purwagandhi Targetkan Pemisahan Angkutan Ketapang-Gilimanuk Sebelum Lebaran 2027

Menhub Dudy Purwagandhi targetkan pemisahan angkutan logistik dan penumpang di Ketapang-Gilimanuk sebelum Lebaran 2027. Kebijakan ini diharapkan atasi kemacetan parah, terutama saat musim liburan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Atasi Kemacetan, Menhub Dudy Purwagandhi Targetkan Pemisahan Angkutan Ketapang-Gilimanuk Sebelum Lebaran 2027
Menhub Dudy Purwagandhi targetkan pemisahan angkutan logistik dan penumpang di Ketapang-Gilimanuk sebelum Lebaran 2027. Kebijakan ini diharapkan atasi kemacetan parah, terutama saat musim liburan. (AntaraNews)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Langkah strategis yang akan diambil adalah melalui pemisahan layanan angkutan logistik dan penumpang. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran di pelabuhan penyeberangan yang vital tersebut.

Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pola pemisahan ini mengadopsi keberhasilan yang telah diterapkan di lintasan Merak-Bakauheni. Pemerintah telah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali serta sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Pelindo, untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di Gilimanuk. Peningkatan kapasitas ini merupakan bagian integral dari upaya mengurai kepadatan yang sering terjadi.

Target penerapan pola baru tersebut paling lambat dapat direalisasikan sebelum periode angkutan Lebaran 2027. Hal ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan logistik yang selalu meningkat signifikan pada musim mudik. Kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama menjelang musim mudik berikutnya.

Strategi Pemisahan Angkutan untuk Kelancaran Pelabuhan

Pemerintah berencana memisahkan secara tegas layanan angkutan penumpang dan angkutan barang di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dengan strategi Pemisahan Angkutan Ketapang-Gilimanuk ini, arus kendaraan tidak lagi terkonsentrasi pada satu pelabuhan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kelancaran operasional penyeberangan secara signifikan.

Peningkatan kapasitas akan difokuskan pada pengoptimalan fasilitas di kawasan Celukan Bawang, yang direncanakan menjadi titik layanan khusus angkutan logistik. Pola penanganan ini mengadopsi model yang telah terbukti efektif pada lintasan Merak-Bakauheni. Kolaborasi erat antara Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pelindo menjadi kunci keberhasilan rencana ini.

Melalui pemisahan tersebut, antrean kendaraan diharapkan dapat berkurang drastis. Pelayanan angkutan barang dan penumpang tidak lagi saling mempengaruhi dalam proses bongkar muat kapal. Ini akan menciptakan alur yang lebih teratur dan mempercepat waktu penyeberangan bagi semua pihak.

Akar Masalah Kemacetan di Ketapang-Gilimanuk

Kemacetan yang belakangan terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk sebagian besar dipicu oleh kerusakan Dermaga Bulusan. Dermaga ini dikelola oleh pemerintah daerah, dan kerusakannya menyebabkan sebagian layanan penyeberangan harus dialihkan. Pengalihan ini kemudian membebani dermaga milik PT ASDP Indonesia Ferry.

Peningkatan beban operasional pada dermaga PT ASDP Indonesia Ferry menjadi kendala serius. Dermaga tersebut harus melayani tambahan kendaraan yang sebelumnya menggunakan Dermaga Bulusan. Salah satu masalah utama adalah banyak kendaraan logistik bertonase besar yang sebelumnya dilayani Dermaga Bulusan kini harus menggunakan dermaga dengan kapasitas lebih terbatas.

Akibat keterbatasan kapasitas tersebut, pelayanan terhadap truk bertonase besar menjadi kurang optimal. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi kelancaran arus kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pulau Bali maupun Jawa. Selain itu, kapasitas angkut penyeberangan juga berkurang karena salah satu operator kapal sedang mengalami gangguan, sehingga jumlah kapal yang beroperasi tidak maksimal.

Target Implementasi dan Harapan Masa Depan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menargetkan penerapan pola Pemisahan Angkutan Ketapang-Gilimanuk ini dapat direalisasikan paling lambat sebelum periode angkutan Lebaran 2027. Meskipun kepadatan saat libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027 diperkirakan masih lebih rendah, pemerintah memprioritaskan kesiapan infrastruktur menjelang musim mudik berikutnya.

Kementerian Perhubungan telah meminta PT ASDP Indonesia Ferry untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Koordinasi ini bertujuan agar perbaikan Dermaga Bulusan dapat segera diselesaikan dan dermaga tersebut dapat kembali dioperasikan. Perbaikan infrastruktur ini sangat krusial untuk mendukung kelancaran operasional.

Dengan perbaikan infrastruktur serta penerapan pemisahan layanan angkutan barang dan penumpang, pemerintah berharap dapat mencegah kemacetan berulang. Kebijakan ini diharapkan menjadikan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk lebih lancar dan efisien pada masa mendatang. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk mobilitas dan logistik nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi