Dishub Bali Harapkan Uji Coba Taksi Laut Bali Dimulai Tahun Ini
Dinas Perhubungan Bali berharap uji coba taksi laut Bali dapat segera terlaksana tahun ini untuk mengatasi kemacetan dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan di Pulau Dewata.
Dinas Perhubungan (Dishub) Bali menargetkan uji coba taksi laut dapat terlaksana pada tahun 2026 ini. Inisiatif ini digagas oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai upaya inovatif mengatasi kepadatan lalu lintas. Kepala Dishub Bali, I Kadek Mudarta, menyampaikan harapan ini di Denpasar pada Jumat (11/4).
Proyek taksi laut ini diharapkan menjadi solusi alternatif di tengah semakin padatnya jalur darat, khususnya di area pintu masuk Bali seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kepadatan lalu lintas seringkali menghambat perjalanan wisatawan menuju berbagai objek wisata populer. Oleh karena itu, taksi laut dipandang mampu mengurangi beban infrastruktur jalan yang ada.
Rute pertama yang direncanakan untuk uji coba akan menghubungkan Pantai Sekeh di dekat Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan Pantai Berawa di Canggu. Pemilihan rute ini didasarkan pada tingginya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke kawasan Canggu. Saat ini, proyek masih dalam tahap penyelesaian kajian, termasuk desain kapal dan pelabuhan.
Solusi Kemacetan Lalu Lintas Darat di Bali
Kadek Mudarta menegaskan bahwa taksi laut merupakan alternatif transportasi yang sangat dibutuhkan di Bali. Pulau Dewata menghadapi tantangan serius terkait kemacetan lalu lintas, terutama di jalur-jalur utama menuju destinasi wisata. Kehadiran taksi laut diharapkan dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi.
Rute Pantai Sekeh menuju Pantai Berawa di Canggu dipilih sebagai prioritas awal karena strategis. Kawasan Canggu, khususnya Pantai Berawa, merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas darat. Rute ini dirancang untuk memberikan pilihan transportasi baru yang lebih efisien.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyampaikan bahwa taksi laut berpotensi memangkas waktu perjalanan secara drastis. Perjalanan yang biasanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam melalui darat, dapat dipersingkat menjadi hanya 30 menit menggunakan kapal. Selain itu, kapal yang digunakan direncanakan lebih ramah lingkungan.
Progres Kajian dan Peran Lembaga Terkait
Proyek taksi laut ini masih berada pada tahap kajian mendalam yang mencakup aspek teknis dan operasional. Kemenhub telah menugaskan PT ASDP sebagai operator taksi laut untuk menyusun studi Detail Engineering Design (DED). Studi DED ini menjadi fondasi penting sebelum konstruksi dimulai.
Kajian yang sedang berjalan juga akan merumuskan peran serta berbagai lembaga terkait dalam implementasi proyek. Meskipun pelaksana utamanya adalah PT ASDP, Dishub Bali dan Pemerintah Provinsi Bali juga akan memiliki peran penting. Kadek Mudarta menyebut bahwa untuk rute dalam satu kabupaten, kewenangan Badung akan lebih berperan.
Sesuai target Kemenhub, konstruksi taksi laut diperkirakan akan dimulai pada Agustus 2026. Jika semua berjalan lancar, proses konstruksi ditargetkan selesai pada pertengahan 2027. Uji coba diharapkan dapat terlaksana pada tahun ini, seiring dengan penyelesaian kajian.
Manfaat dan Harapan Taksi Laut Bali
Kehadiran taksi laut di Bali menawarkan beragam manfaat signifikan bagi sektor transportasi dan pariwisata. Ini akan menyediakan alternatif transportasi yang inovatif, mengurangi beban lalu lintas darat yang kian padat, serta menghemat waktu tempuh perjalanan wisatawan. Efisiensi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Selain efisiensi waktu, penggunaan kapal yang lebih ramah lingkungan juga menjadi nilai tambah dari proyek ini. Aspek keberlanjutan menjadi perhatian penting dalam pengembangan infrastruktur pariwisata Bali. Hal ini sejalan dengan komitmen Bali terhadap pariwisata berkelanjutan.
Dengan suksesnya rute awal Pantai Sekeh-Pantai Berawa, tidak menutup kemungkinan pengembangan rute-rute taksi laut lainnya di masa depan. Proyek ini diharapkan dapat menjadi model transportasi massal berbasis laut yang efektif untuk daerah kepulauan dengan potensi pariwisata tinggi. Ini akan mendukung konektivitas antardestinasi wisata di Bali.
Sumber: AntaraNews