Subway Bali: Dishub Tunggu Mitra Investor untuk Wujudkan Kereta Bawah Tanah
Dinas Perhubungan Bali menantikan kepastian mitra investor baru demi melanjutkan proyek ambisius Subway Bali, solusi atasi kemacetan di Pulau Dewata.
Dinas Perhubungan (Dishub) Bali kini tengah menanti kepastian dari mitra investor baru untuk melanjutkan pembangunan moda transportasi berbasis rel, yakni "Bali Urban Subway". Proyek ambisius ini diharapkan menjadi solusi efektif mengatasi kemacetan parah di sejumlah wilayah padat wisatawan di Pulau Dewata.
Pengembangan proyek kereta bawah tanah ini telah ditugaskan kepada PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), cucu perusahaan daerah PT Jamkrida Bali Mandara. SBDJ bertanggung jawab penuh dalam mencari serta menjajaki investor potensial yang siap bekerja sama dalam pengembangan dan pendanaan.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster telah membahas kelanjutan proyek Subway Bali ini dengan Menteri Kemenekraf sebagai salah satu program prioritas. Pembangunan infrastruktur transportasi yang sempat tertunda ini dipastikan akan kembali dimulai pada April 2026.
Menanti Mitra Investor untuk Kelanjutan Proyek Subway Bali
Kepala Dishub Bali, I Kadek Mudarta, menjelaskan bahwa proyek Subway Bali baru dapat berjalan setelah SBDJ berhasil menetapkan mitra investor barunya. Saat ini, proses penjajakan masih terus berlangsung untuk menemukan pihak yang tepat.
SBDJ memiliki peran krusial dalam menentukan kelangsungan proyek ini, mengingat mereka ditugaskan untuk mencari pendanaan dan pengembangan. Keterlibatan investor sangat vital untuk merealisasikan pembangunan kereta bawah tanah yang membutuhkan investasi besar.
Dishub Bali sendiri akan fokus pada evaluasi rencana trase atau rute yang akan dilalui oleh jalur kereta bawah tanah tersebut. Peran ini memastikan bahwa rute yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan efektif dalam mengurangi kemacetan.
Gubernur Bali Tegaskan Komitmen Pembangunan Kembali Subway Bali
Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya telah menyampaikan pentingnya kelanjutan pengembangan kereta bawah tanah kepada Menteri Kemenekraf. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap proyek strategis ini.
Proyek Subway Bali yang sempat dimulai pada tahun 2024, kini telah dipastikan akan kembali dilanjutkan pada April 2026. Penegasan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat dan sektor pariwisata Bali.
Inisiatif pembangunan kereta bawah tanah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk menyediakan solusi transportasi modern. Tujuannya adalah mengurangi kepadatan lalu lintas di area-area strategis yang sering dikunjungi wisatawan.
Rencana Trase dan Fase Pembangunan Subway Bali
Berdasarkan rencana awal pembangunan pada tahun 2024, proyek Subway Bali akan dibagi menjadi empat fase. Setiap fase dirancang untuk menghubungkan titik-titik vital di Bali, terutama kawasan padat wisatawan dan pusat aktivitas.
Dishub Bali meyakini bahwa trase utama akan tetap menghubungkan area Bandara-Kuta-Canggu, mengingat tingginya kepadatan di wilayah tersebut. Namun, detail rute akan menunggu usulan final dari SBDJ dan mitra investor.
Rencana trase ini akan dievaluasi secara cermat oleh Dishub Bali untuk memastikan efektivitasnya. Kajian mendalam akan dilakukan untuk mengoptimalkan jalur kereta bawah tanah demi kenyamanan dan kelancaran transportasi publik.
Berikut adalah empat fase rencana pembangunan Subway Bali yang telah direncanakan sebelumnya:
- Fase pertama: Menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan Sentral Parkir Kuta, Seminyak, Berawa, dan Cemagi.
- Fase kedua: Dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Jimbaran, Universitas Udayana, dan Nusa Dua.
- Fase ketiga: Melanjutkan dari Sentral Parkir Kuta ke Sesetan, Renon, dan Sanur.
- Fase keempat: Menghubungkan Renon ke Sukawati dan Ubud.
Sumber: AntaraNews