Pemprov Bali Lanjutkan Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani Titik 9 dan 10
Pemerintah Provinsi Bali melanjutkan pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9 dan 10, proyek vital untuk konektivitas dan mendukung pariwisata Bali.
Pemprov Bali Gelar Upacara Ngeruak, Lanjutkan Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara resmi melanjutkan pembangunan proyek strategis Shortcut Singaraja-Mengwitani. Penanda kelanjutan proyek ini ditandai dengan digelarnya upacara Ngeruak pada 7 Januari lalu, yang berlokasi di Denpasar. Inisiatif ini merupakan langkah konkret Pemprov Bali untuk meningkatkan konektivitas antara Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Badung, dua wilayah penting di Pulau Dewata.
Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam keterangan resminya, menegaskan fokus pembangunan tahun ini adalah pada titik 9 dan 10, yang juga dikenal sebagai paket satu dan dua. Proyek ini sangat mendesak untuk memenuhi kebutuhan transportasi, baik untuk penumpang maupun logistik. Kelanjutan pembangunan ini diharapkan dapat mengatasi berbagai persoalan infrastruktur yang ada.
Kerja sama erat antara Pemprov Bali dan Kementerian Pekerjaan Umum menjadi tulang punggung terlaksananya proyek ini. Gubernur Koster telah secara aktif meminta dukungan dari pemerintah pusat sejak tahun 2025. Kolaborasi ini memastikan bahwa pembangunan infrastruktur vital ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bali.
Pentingnya Infrastruktur untuk Pariwisata Bali
Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani tidak hanya sekadar proyek jalan, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan sektor pariwisata Bali. Pemprov Bali memandang kelanjutan proyek ini dan sejumlah pembangunan infrastruktur jalan lainnya sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk menjaga posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dan pusat usaha kelas dunia.
Sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan, mencapai 66 persen, terhadap perekonomian Bali. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai angka impresif 7,05 juta. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya dukungan infrastruktur yang memadai untuk menopang pertumbuhan pariwisata tersebut.
Gubernur Koster menyampaikan bahwa tidaklah tepat jika Bali tidak mendapatkan bantuan dalam pemenuhan fasilitas pendukung wisatawan. Menurutnya, Bali tidak bisa bekerja sendirian dalam menjaga keberlanjutan pariwisata. Masalah kemacetan yang tidak tertangani dapat merosotkan daya saing Bali, sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangatlah diperlukan.
Detail Teknis dan Manfaat Pembangunan Shortcut
Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Asep Syarif Hidayat, menjelaskan secara rinci mengenai detail teknis proyek ini. Pembangunan titik 9 dan 10 Shortcut Singaraja-Mengwitani memiliki panjang total mencapai 3,90 kilometer. Bagian ini terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.
Proyek titik 9 memiliki nilai kontrak sebesar Rp290,84 miliar, dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Pekerjaan ini meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter. Pelaksana proyek adalah Waskita–Sinarbali KSO, dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025–2027. Sementara itu, pembangunan titik 10 atau paket dua memiliki nilai kontrak sebesar Rp187 miliar.
Kementerian Pekerjaan Umum menyoroti kondisi ruas jalan Singaraja–Mengwitani yang sebelumnya berisiko tinggi. Ruas jalan ini memiliki kelandaian mencapai 27 persen, dan tercatat sekitar 140 kecelakaan per tahun dengan 16 korban meninggal dunia. Perbaikan geometrik jalan ini sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Melalui perbaikan ini, waktu tempuh dapat dipangkas secara signifikan, dari 21,22 menit menjadi hanya 8,61 menit. Selain itu, jumlah tikungan berkurang drastis dan tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen. Manfaat yang diharapkan sangat signifikan, meliputi peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen.
Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Proyek Shortcut Singaraja-Mengwitani merupakan contoh nyata kolaborasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan anggaran pembangunan utama untuk proyek ini. Di sisi lain, Pemprov Bali memiliki peran krusial dalam pembebasan lahan.
Pemprov Bali telah mengalokasikan dana sebesar Rp193 miliar untuk pembebasan 316 bidang tanah yang diperlukan. Kontribusi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Dukungan dari pusat dan daerah ini memastikan proyek dapat berjalan sesuai rencana.
Gubernur Koster juga menyatakan harapannya agar pembangunan dapat terus berlanjut ke titik 11 dan 12 pada tahun 2027. Permohonan ini ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum, mengingat kebutuhan mendesak akan infrastruktur yang lebih baik. Kelanjutan proyek ini diharapkan semakin bermanfaat untuk layanan transportasi penumpang, logistik, dan pariwisata di Bali.
Sumber: AntaraNews