Jalanan Semakin Macet, Pemprov Bali akan Kucurkan Dana Rp 5 Triliun
Bali akhir-akhir ini kerap dilanda macet parah. Terutama saat musim liburan tiba.
Gubernur Bali, I Wayan Koster mengatakan, akan mulai pembangunan infrastruktur jalan untuk mengatasi kemacetan di Pulau Bali. Terutama pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.
Gubernur Koster dalam sambutannya, mengatakan, untuk bidang infrastruktur di Pulau Bali, baik infrastruktur darat, laut, dan udara serta transportasi guna mewujudkan kapasitas dan kualitas infrastruktur.
Tak kalah penting, transportasi yang ramah lingkungan dengan program meningkatkan infrastruktur jalan yang menghubungkan antarkota dan kabupaten se-Bali.
"Dan mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, serta menyelesaikan masalah kemacetan lalu lintas," kata Koster, saat menjadi Inspektur Apel HUT Kota Denpasar, di Lapangan Lumintang, Bali, Kamis (27/2).
Dibangun Jalan Baru
Kemudian, ia menyebutkan khusus di wilayah Kota Denpasar akan dibangun jalan baru dan juga underpass yang terkoneksi dengan Kabupaten Badung.
Yaitu, pembangunan jalan baru di Sunset Road, Kuta, menuju Jalan Mahendradatta, Jalan Gatot Subroto Barat, di Denpasar dengan menuju ke wilayah Canggu, di Kecamatan Kuta Utara, Badung.
Selanjutnya, pembangunan underpass di Jalan Ahmad Yani, Denpasar, underpass di Jalan Tohpati, Denpasar, dan Simpang Akasia menuju Simpang Padang Galak, Denpasar.
"Serta pembangunan gedung Parkir Sanur dan jalan shuttle dari Parkir Sanur menuju Pelabuhan Sanur supaya tidak macet total lagi," imbuhnya.
Butuh Anggaran Rp5 Triliun
Gubernur Koster menyatakan, untuk total anggaran pembangunan infrastruktur di Pulau Bali dianggarkan sekitar Rp5 triliun dan untuk pembangunan infrastruktur jalan di daerah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, diambil dari kolaborasi APBD Provinsi Bali dan APBD Kabupaten Badung.
Kemudian, untuk prioritas pembangunan infrastruktur akan dimulai di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, pada tahun 2026 nantinya.
"(Untuk anggaran infrastruktur) bukan dihitung di Denpasar, itu seluruh Bali. Totalnya itu hitungan sementara Rp5 triliun. Prioritas di Denpasar dan Badung, tahun 2026 kolaborasi APBD Bali, APBD Badung dan mudah-mudahan juga Kota Denpasar," ujarnya.
Sekadar informasi, APBD Bali Tahun Anggaran 2025, dirancang sebesar Rp 6,027 triliun. Sementara belanja daerah Rp6,827 triliun.