Koster Lobi Kepala Bappenas untuk Kebut Pembangunan Infrastruktur Bali, Termasuk Tol Gilimanuk-Mengwi
Gubernur Koster mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 secara kumulatif tercatat sebesar 5,82 persen.
Gubernur Bali, Wayan Koster melobi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur darat dan laut di Pulau Bali. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Koster kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rahmat Pambudy saat menerima kunjungan Rahmat di Jayasabha, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (11/2).
Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster mengawali paparan dengan menginformasikan capaian daerah Bali tahun 2025 yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.
Gubernur Koster mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 secara kumulatif tercatat sebesar 5,82 persen, meningkat 0,34 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,48 persen. Sejalan dengan itu, pendapatan per kapita masyarakat Bali pada 2025 mencapai Rp72,66 juta, meningkat Rp5,34 juta dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp67,32 juta.
Selanjutnya, Gubernur Koster menyampaikan sejumlah program penguatan infrastruktur yang saat ini tengah menjadi program prioritas.
"Saat ini kami fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah seperti di Kabupaten Buleleng, Karangasem, Tabanan dan lainnya. Ini bertujuan untuk pemerataan," kata Koster dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/2).
Sebelumnya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa dirinya telah menemui Menteri PU di Jakarta untuk mendapatkan dukungan. "Saya mohon Pak Menteri mendorong agar lebih mantap lagi," imbuhnya.
Ia menyebutkan, pembangunan infrastruktur yang menurutnya butuh perhatian adalah kepastian keberlanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 km. "Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan," katanya.
Pengurangan Angkutan Logistik Jalur Darat
Masih terkait infrastruktur, Gubernur Koster mengutarakan upaya pengurangan angkutan logistik yang melewati jalur darat. Untuk itu, menurutnya Bali membutuhkan peningkatan kapasitas tiga pelabuhan yaitu Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, Amed di Kabupaten Karangasem, dan Kusamba, di Kabupaten Klungkung.
Ia menilai ini sangat penting, agar kendaraan logistik dari Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, bisa turun di Pelabuhan Celukan Bawang. "Sementara untuk Bali Timur bisa ditangani di Pelabuhan Amed atau Kusamba," jelasnya.
Jika keberadaan tiga pelabuhan ini bisa diperkuat, maka akan mengurangi volume kendaraan logistik yang melalui jalur darat dan selama ini sering menimbulkan kemacetan."Ini akan mengurai kemacetan yang biasanya terjadi akibat tingginya mobilitas angkutan logistik," ujarnya.
Gubernur Koster juga minta dukungan pusat untuk peningkatan fungsi Pelabuhan Pengambangen yang dikenal sebagai pelabuhan ikan di Kabupaten Jembrana, Bali.
Pemerintah Pusat Dukung Pembangunan Bali
Sementara, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan komitmennya mendukung Bali agar lebih maju dan berkembang. Menurut dia, Bali adalah wajah Indonesia.
"Bali ini kita ibaratkan cermin Indonesia. Mau bagus maupun tidak bagus," katanya.
Oleh sebab itu, sesuai permintaan Gubernur Koster, Kementerian PPN/Bappenas akan memprioritaskan pengembangan infrastruktur Daerah Bali.
"Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur digitalisasi juga mesti dipercepat," ujarnya.
Sebagai bukti keseriusan, di tengah pertemuan Pambudy langsung menelepon beberapa menteri terkait. Pada bagian lain, Menteri Pambudy juga menyinggung pentingnya penguatan sektor pertanian. Karena ia ingat betul, saat Pandemi Covid-19, sektor pertanian yang membackup perekonomian daerah Bali.
Melengkapi penjelasan Menteri Pambudy, Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN Eka Chandra Buana merinci sejumlah proyek infrastruktur Bali yang sudah masuk agenda perencanaan nasional, termasuk keberlanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi.
"Ada LRT, untuk bandara baru masih dalam tahap skema," ujarnya.