Kerja Sama Bali Inggris: Perkuat Pariwisata dan Penanganan Lalu Lintas
Pemerintah Provinsi Bali dan Kedutaan Besar Inggris di Indonesia mempererat kerja sama di berbagai sektor, termasuk pariwisata dan penanganan lalu lintas, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengatasi tantangan infrastruktur di Pulau Dewata.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali baru-baru ini menerima audiensi rombongan Kedutaan Besar Inggris di Indonesia untuk membahas berbagai potensi kerja sama. Pertemuan penting ini difokuskan pada penguatan sektor pariwisata dan solusi terhadap persoalan lalu lintas yang kerap menjadi tantangan di Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk pembangunan berkelanjutan.
Diskusi tersebut menyoroti peran penting wisatawan Inggris yang termasuk dalam 10 besar kunjungan ke Bali, menunjukkan kontribusi signifikan mereka terhadap ekonomi lokal. Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, menegaskan komitmen negaranya untuk mempererat hubungan bilateral. Kedua pihak sepakat untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih dalam demi kepentingan bersama.
Audiensi ini berlangsung di Denpasar pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan tujuan utama mengidentifikasi area-area di mana Bali dan Inggris dapat saling mendukung. Selain pariwisata dan lalu lintas, pembahasan juga menyentuh isu pengelolaan sampah dan potensi investasi. Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi bagi implementasi program-program konkret di masa depan.
Pariwisata Bali Raih Rekor Baru dan Pengawasan Ketat
Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan data impresif kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai lebih dari 7 juta orang sepanjang tahun 2025. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah pariwisata Bali, bahkan melampaui capaian sebelum pandemi COVID-19, menandakan pemulihan dan kekuatan sektor pariwisata pulau tersebut. Wisatawan Inggris secara khusus dipuji karena kedisiplinan mereka dan minimnya pelanggaran yang dilakukan.
Meskipun pariwisata secara umum terkendali, Pemprov Bali mengakui adanya kasus pelanggaran oleh wisatawan asing, seperti pelanggaran lalu lintas dan perilaku tidak pantas. Namun, pemerintah daerah telah mengambil langkah tegas bersama Imigrasi, termasuk melakukan deportasi bagi pelanggar. Konsistensi dalam penindakan ini telah berhasil menurunkan angka pelanggaran wisatawan asing secara signifikan.
Wakil Dubes Inggris, Matthew Downing, menyampaikan apresiasi atas perlindungan dan fasilitas yang diberikan Bali kepada warga negara Inggris. Kedutaan Besar Inggris mencatat tren peningkatan jumlah wisatawan Inggris ke Bali, dengan sekitar 270 ribu kunjungan pada tahun 2025. Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat hingga 350 ribu wisatawan pada tahun 2026, didorong oleh stabilitas, keamanan, dan kualitas destinasi pariwisata Bali.
Inovasi Inggris Dukung Penanganan Lalu Lintas dan Sampah
Gubernur Koster mengidentifikasi kemacetan lalu lintas dan pengelolaan sampah sebagai tantangan utama yang harus segera diselesaikan untuk mendukung sektor pariwisata. Pemprov Bali sedang mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antar-wilayah mulai tahun ini. Targetnya, dalam dua tahun ke depan persoalan sampah dapat diselesaikan, dan pada tahun 2030 akan terlihat perubahan signifikan dalam penanganan kemacetan dan infrastruktur.
Pemerintah Inggris menyatakan kesiapan untuk membantu Bali dalam menangani persoalan kemacetan lalu lintas melalui program "Future Cities Infrastructure Programme". Kerja sama ini melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Bali dalam pendampingan dan penyempurnaan studi kelayakan proyek transportasi. Perusahaan transportasi asal Inggris akan memanfaatkan teknologi platform digital dan replika virtual Pulau Bali yang memuat data bangunan, jalan, dan destinasi wisata.
Teknologi canggih ini memungkinkan pemerintah daerah memantau pergerakan masyarakat dan wisatawan secara langsung, memetakan titik kemacetan, serta mensimulasikan dampak pembangunan infrastruktur baru. Selain itu, Matthew Downing juga menawarkan dukungan Inggris di bidang pengelolaan sampah. Inggris memiliki pengalaman panjang dalam sistem daur ulang, pengolahan sampah, serta edukasi perubahan perilaku masyarakat, dan siap membantu melalui konsultan ahli.
Perluasan Kerja Sama Ekonomi dan Bilateral Lainnya
Di luar sektor pariwisata dan infrastruktur, Wakil Dubes Downing juga mengungkapkan minat Pemerintah Skotlandia untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Bali. Ini khususnya melalui misi dagang di sektor minuman wiski, makanan, dan kesehatan. Delegasi Skotlandia bahkan direncanakan akan bertemu langsung dengan Gubernur Bali untuk membahas peluang konkret.
Kementerian Pertahanan Inggris juga menunjukkan minat untuk mempererat hubungan bilateral melalui kegiatan olahraga. Mereka berencana berkunjung ke Bali untuk mengadakan pertandingan bulu tangkis bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), atlet muda Bali, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ikatan budaya dan persahabatan.
Inggris juga menyatakan komitmen untuk melanjutkan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya dalam penguatan pembelajaran bahasa Inggris. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bali. Seluruh inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat antara Bali dan Inggris untuk membangun kemitraan yang komprehensif dan saling menguntungkan di berbagai bidang.
Sumber: AntaraNews