Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Soroti Potensi Besar Industri MICE Bali untuk Ekonomi Nasional

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyoroti potensi besar Industri MICE Bali yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas, meski masih ada tantangan yang perlu diatasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Soroti Potensi Besar Industri MICE Bali untuk Ekonomi Nasional
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyoroti potensi besar Industri MICE Bali yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas, meski masih ada tantangan yang perlu diatasi. (AntaraNews)

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa menegaskan bahwa Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) memiliki nilai strategis yang signifikan. Ia menilai industri ini mampu memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibandingkan dengan sektor wisata konvensional. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (6/6).

Menurut Ni Luh, setiap destinasi pariwisata memiliki keunggulan uniknya masing-masing. Bali, sebagai contoh, memiliki kekuatan khas yang bersumber dari kekayaan alam, budaya, serta keramahtamahan masyarakatnya. Hal-hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan MICE.

Potensi besar ini, lanjut Ni Luh, perlu terus dioptimalkan agar Bali semakin kompetitif di kancah global sebagai destinasi MICE terkemuka. Pernyataan tersebut disampaikannya saat pelantikan pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 di Bali pada Jumat (5/6).

Potensi dan Dampak Ekonomi Industri MICE Bali

Kehadiran peserta pertemuan dan konvensi di Bali secara langsung mendorong peningkatan tingkat hunian hotel dan penggunaan layanan transportasi. Selain itu, sektor ini juga menggerakkan konsumsi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berbagai aktivitas ekonomi kreatif serta jasa pendukung lainnya turut merasakan dampak positif dari geliat Industri MICE Bali.

Bali memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing dalam Industri MICE global. Data dari International Congress and Convention Association (ICCA) menunjukkan bahwa Bali menempati peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi. Pencapaian ini menunjukkan pengakuan global terhadap kemampuan Bali dalam menjadi tuan rumah acara berskala besar.

Pada tahun 2024, Bali berhasil menyelenggarakan 54 pertemuan internasional yang memenuhi kriteria ICCA, angka ini meningkat signifikan. Sebelumnya, pada tahun 2023, Bali mencatatkan 34 pertemuan internasional. Angka ini menegaskan pertumbuhan pesat dan daya tarik Bali sebagai lokasi MICE pilihan.

Keunggulan utama Bali terletak pada kekayaan alam yang memukau, warisan budaya yang kental, serta daya tarik destinasi yang unik. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi para peserta MICE. Hal ini juga menjadi nilai jual kuat bagi penyelenggara acara internasional.

Tantangan dan Upaya Penguatan Daya Saing Global

Meskipun memiliki potensi besar, Ni Luh Puspa mengingatkan bahwa masih ada sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Tantangan ini bertujuan untuk memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia. Peningkatan kualitas infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama yang harus diperhatikan secara serius.

Selain itu, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan penanganan sampah yang efektif juga menjadi isu krusial. Aspek-aspek ini sangat penting untuk menjaga citra dan kelestarian Bali di mata dunia. Penguatan berbagai aspek pendukung lainnya juga tidak kalah penting untuk menciptakan ekosistem MICE yang komprehensif.

Perhatian besar dari Presiden terhadap pembangunan dan pengembangan Bali saat ini menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, perlu bersinergi. Kesempatan ini harus digunakan untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada.

Ni Luh menegaskan pentingnya kolaborasi, "Saya pikir ini adalah kesempatan yang harus kita ambil bersama. Mari kita bergotong royong menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Bali sehingga kita benar-benar mampu mewujudkan Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia."

Komitmen BaliCEB dalam Pengembangan Industri MICE Berkelanjutan

Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan pentingnya BaliCEB untuk bekerja secara terukur dan memiliki komitmen kuat. Hal ini diperlukan dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali melalui program-program konkret selama lima tahun ke depan. Ia berharap BaliCEB dapat memainkan peran strategis dalam pengembangan sektor MICE di Bali secara signifikan.

Ketua Umum BaliCEB periode 2026–2031, Ketut Jaman, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan berfokus pada lima agenda utama. Agenda tersebut meliputi penguatan positioning Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan. Kemudian, peningkatan promosi internasional dan jejaring global adalah hal krusial.

Selanjutnya, penguatan strategi bidding event internasional secara aktif dan terstruktur menjadi fokus penting. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) MICE juga akan menjadi perhatian utama. Terakhir, penguatan standar layanan, pemanfaatan teknologi, keamanan, dan praktik keberlanjutan akan terus didorong.

BaliCEB juga berkomitmen untuk memperluas manfaat Industri MICE bagi masyarakat Bali secara lebih luas. Ini termasuk pengusaha UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja pariwisata. Dengan demikian, pertumbuhan MICE diharapkan dapat memberikan kesejahteraan yang merata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi