Bupati Buleleng Pastikan Perbaikan Jalan Buleleng Putus Akses Sekolah Dimulai Besok
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan perbaikan jalan Buleleng yang putus di Desa Pucaksari akan segera dilakukan, memulihkan akses vital menuju sekolah dan permukiman warga.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan komitmennya untuk segera memperbaiki ruas jalan yang terputus di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Bali. Perbaikan darurat ini dijadwalkan akan dimulai pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, untuk memulihkan konektivitas.
Jalur vital tersebut amblas sepanjang kurang lebih 60 meter dengan kedalaman tiga meter setelah diterjang banjir bandang pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Kondisi ini menyebabkan isolasi bagi sejumlah warga serta mengancam mobilitas siswa sekolah dasar setempat.
Inisiatif cepat ini diambil setelah Bupati Sutjidra turun langsung meninjau lokasi kerusakan di wilayah Batu Megaang, yang merupakan penghubung penting antara Banjar Dinas Bale Dana dan Banjar Dinas Pucaksari. Penanganan segera menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Kerusakan Parah dan Dampak Vital Akses Pendidikan
Jalan di wilayah Batu Megaang, tepatnya di jalur penghubung Banjar Dinas Bale Dana, Desa Titab, menuju Banjar Dinas Pucaksari, mengalami kerusakan parah. Amblasan sedalam tiga meter dan panjang sekitar 60 meter membuat jalur ini sangat berbahaya.
Saat ini, akses tersebut hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki atau sepeda motor secara ekstra hati-hati, menghambat aktivitas sehari-hari warga. Kerusakan ini secara efektif mengisolasi sejumlah permukiman dan memutus jalur utama.
Salah satu dampak paling krusial adalah terancamnya akses pendidikan bagi siswa SD Negeri 4 Titab yang berjumlah sekitar 25 orang. Jalan ini merupakan satu-satunya jalur bagi mereka untuk menuju sekolah, sehingga perbaikan jalan Buleleng menjadi sangat mendesak.
Langkah Cepat Pemerintah Daerah dalam Perbaikan Jalan Buleleng
Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Sutjidra langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) untuk memulai perbaikan darurat. Anggota fraksi dan DPRD Buleleng juga turut serta dalam peninjauan lokasi untuk mempercepat penanganan.
Bupati mengapresiasi kerja keras relawan dan alat berat yang telah berupaya membuka akses darurat sejak pagi hari kejadian. Rencana jangka pendek telah dipetakan untuk memastikan masyarakat dapat segera memanfaatkan kembali akses tersebut.
Meskipun perbaikan awal pada Sabtu (17/1/2026) akan memungkinkan lalu lintas sepeda motor, akses untuk kendaraan roda empat diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah dan panjangnya ruas jalan yang amblas.
Antisipasi Jangka Panjang dan Tantangan Cuaca Ekstrem
Untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, Bupati Sutjidra mengungkapkan langkah pencegahan jangka menengah yang akan diterapkan. Permasalahan utama diidentifikasi sebagai aliran air yang menyimpang dan menyebabkan erosi.
Penanganan akan dilakukan dari bagian atas aliran air, diikuti dengan pelebaran area jalan yang terdampak. Pemerintah daerah juga telah berkomunikasi dengan pemilik lahan setempat untuk memanfaatkan lahan mereka guna mengalihkan aliran air secara aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Busungbiu, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda, menambahkan bahwa cuaca ekstrem telah menyebabkan setidaknya 14 titik bencana di wilayahnya pada Kamis lalu. Kejadian meliputi tanah longsor, pohon tumbang, hingga longsor yang menimpa rumah warga.
Kerusakan terparah, menurut Plt Camat, memang terjadi di jalur Batu Megaang ini, yang menegaskan urgensi perbaikan jalan Buleleng. Upaya mitigasi dan pencegahan bencana menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Sumber: AntaraNews