Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, secara resmi meminta pelaku usaha dan industri di wilayahnya untuk turut serta membantu korban bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Banjar. Ajakan ini disampaikan dalam upaya kolaboratif guna mempercepat proses pemulihan pascabencana yang signifikan.
Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pasca Bencana antara Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bappeda, Buleleng, pada hari Kamis. Sutjidra menekankan pentingnya gotong royong dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak parah.
Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3) malam telah menyebabkan kerusakan luas di 12 desa, merusak puluhan rumah, sekolah, dan pura, serta menelan korban jiwa. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemulihan di area yang paling parah terdampak.
Advertisement
Advertisement
I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa kolaborasi aktif dengan dunia usaha sangat krusial untuk mempercepat pemulihan, mitigasi, dan penanggulangan risiko bencana di Buleleng. Keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng saat ini fokus pada upaya pemulihan, terutama di Kecamatan Banjar yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir bandang. Langkah-langkah pemulihan ini mencakup berbagai aspek penting bagi masyarakat.
Bupati mengajak dunia usaha dan industri untuk langsung meninjau kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. “Sekecil apapun bantuannya pasti akan berguna bagi saudara-saudara kita di Banjar,” terangnya.
Advertisement
Advertisement
Upaya pemulihan pascabencana meliputi pencarian korban yang masih hilang, pembersihan material yang terbawa aliran banjir, serta penyaluran bantuan kepada korban. Pembersihan material menjadi tantangan berat yang memerlukan pengerahan sumber daya.
Sutjidra menyatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu pembersihan material. “Untuk pencarian korban yang masih belum ketemu, kami akan bernegosiasi dengan Basarnas untuk memperpanjang pencarian,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga terus berupaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak. Beberapa perwakilan dunia usaha telah menyampaikan bahwa pihaknya sudah sempat meninjau kondisi dan akan memberikan bantuan untuk meringankan beban dari masyarakat terdampak banjir bandang.
Advertisement
Advertisement
Ketua Tim Fasilitasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSLP) Buleleng, Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan bahwa bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu menimbulkan kerusakan materi dan juga korban jiwa. Bencana ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Buleleng.
Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3) malam telah berdampak pada 12 desa di Kecamatan Banjar. Sebanyak 31 rumah, beberapa sekolah, dan pura mengalami kerusakan parah akibat terjangan air dan material.
Tragisnya, bencana ini juga merenggut empat korban jiwa, dengan satu orang masih belum ditemukan hingga saat ini. Kondisi ini menunjukkan skala kerusakan dan kebutuhan mendesak akan bantuan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews